Honor Guru Diduga Dipotong, Penyidik Sisir Disdikbud Kukar hingga Tengah Malam

Minggu, 2 Agustus 2026 - 04:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan Foto – Penyidik Polres Kutai Kartanegara melakukan pemeriksaan dan pengumpulan dokumen di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, Tenggarong, sebagai bagian dari penyidikan dugaan korupsi pemotongan honorarium dan insentif guru. Penggeledahan yang berlangsung hampir delapan jam tersebut dilakukan untuk memperkuat alat bukti dalam pengusutan kasus yang sebelumnya dilimpahkan Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur kepada Polres Kukar. Dok (Kawalkaltim/Masruji)

Keterangan Foto – Penyidik Polres Kutai Kartanegara melakukan pemeriksaan dan pengumpulan dokumen di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, Tenggarong, sebagai bagian dari penyidikan dugaan korupsi pemotongan honorarium dan insentif guru. Penggeledahan yang berlangsung hampir delapan jam tersebut dilakukan untuk memperkuat alat bukti dalam pengusutan kasus yang sebelumnya dilimpahkan Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur kepada Polres Kukar. Dok (Kawalkaltim/Masruji)

𝗞𝗮𝘄𝗮𝗹𝗸𝗮𝗹𝘁𝗶𝗺.𝗰𝗼𝗺 | 𝗧𝗘𝗡𝗚𝗚𝗔𝗥𝗢𝗡𝗚 – Di sebuah negeri, pohon keadilan hanya akan tumbuh kokoh jika akarnya disiram keberanian, bukan ditutupi daun-daun yang gugur. Ketika suara para pendidik mulai bergema dari balik lembaran administrasi, satu per satu berkas yang selama ini tersimpan rapi akhirnya menjadi saksi bisu yang kini dipanggil untuk berbicara di hadapan hukum.

Kasus dugaan korupsi berupa pemotongan honorarium dan insentif guru di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) kini memasuki babak baru yang semakin menyita perhatian publik. Penanganan perkara tersebut resmi dilimpahkan sepenuhnya oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Timur kepada Polres Kutai Kartanegara.

Menindaklanjuti pelimpahan tersebut, penyidik Polres Kukar langsung bergerak melakukan penggeledahan di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar yang berada di Jalan Lais, Kecamatan Tenggarong, Kamis (30/7/2026).

Pantauan di lokasi menunjukkan proses pemeriksaan berlangsung intensif. Tim penyidik berada di dalam kantor selama hampir delapan jam, dimulai sekitar pukul 15.30 WITA hingga berakhir pada pukul 24.10 WITA.

Menjelang tengah malam, sejumlah personel kepolisian terlihat keluar dari gedung dengan membawa tumpukan dokumen dan berkas yang diduga berkaitan dengan penyelidikan perkara tersebut. Penyitaan dilakukan sebagai bagian dari upaya memperkuat alat bukti yang sebelumnya telah diamankan penyidik.

Langkah tersebut dilakukan guna mendalami dugaan aliran dana yang menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), sekaligus mengurai setiap mata rantai yang diduga berkaitan dengan perkara pemotongan honorarium dan insentif para guru.

Menanggapi proses hukum yang tengah berjalan, Kepala Disdikbud Kukar, Heriansyah, menyatakan pihaknya akan menghormati seluruh tahapan penyidikan dan bersikap kooperatif.

“𝘒𝘢𝘮𝘪 𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘱𝘳𝘪𝘯𝘴𝘪𝘱𝘯𝘺𝘢 𝘬𝘰𝘰𝘱𝘦𝘳𝘢𝘵𝘪𝘧 𝘴𝘢𝘫𝘢, 𝘱𝘳𝘰𝘴𝘦𝘴 𝘩𝘶𝘬𝘶𝘮 𝘩𝘢𝘳𝘶𝘴 𝘥𝘪𝘩𝘰𝘳𝘮𝘢𝘵𝘪. 𝘐𝘯𝘪 𝘬𝘦𝘭𝘢𝘯𝘫𝘶𝘵𝘢𝘯𝘺𝘢. 𝘋𝘢𝘳𝘪 𝘬𝘦𝘫𝘢𝘬𝘴𝘢𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘭𝘢𝘬𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘳𝘢𝘩 𝘵𝘦𝘳𝘪𝘮𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘬𝘢𝘴 𝘬𝘦 𝘋𝘪𝘴𝘥𝘪𝘬𝘣𝘶𝘥 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘪𝘴𝘪𝘵𝘢 𝘸𝘢𝘬𝘵𝘶 𝘴𝘦𝘣𝘦𝘭𝘶𝘮𝘯𝘺𝘢 𝘬𝘦𝘮𝘶𝘥𝘪𝘢𝘯 𝘥𝘪𝘭𝘢𝘯𝘫𝘶𝘵𝘬𝘢𝘯 𝘰𝘭𝘦𝘩 𝘗𝘦𝘯𝘺𝘪𝘥𝘪𝘬 𝘗𝘰𝘭𝘳𝘦𝘴 𝘒𝘶𝘬𝘢𝘳,” ujar Heriansyah saat dikonfirmasi Jumat (31/7/2026).

Hingga berita ini diterbitkan, Polres Kutai Kartanegara masih belum memberikan keterangan resmi mengenai hasil penggeledahan maupun pemeriksaan yang berlangsung selama hampir delapan jam tersebut.

Di negeri yang selalu menjunjung tinggi kehormatan guru sebagai pelita peradaban, ironi akan terasa begitu tajam apabila cahaya itu justru diredupkan oleh tangan-tangan yang semestinya menjaga. Satire terbesar bukanlah ketika berkas-berkas diangkut keluar dari ruang arsip, melainkan ketika kepercayaan masyarakat ikut terseret bersama setiap lembar dokumen yang diperiksa. Kini publik menunggu, apakah hukum akan benar-benar menjadi timbangan yang seimbang, atau sekadar menjadi rak tempat berkas-berkas kembali berdebu.

Penulis : Masruji B

Editor : Annanda

Berita Terkait

Operasi Antik Mahakam 2026 Sapu Bersih Jaringan Narkoba, 17 Tersangka Digelandang Polres Kutai Barat
Bukan Sekadar Wisata, Bertemu Hiu Paus di Derawan Adalah Pelajaran Menghormati Alam
El Nino Jadi Alarm Keras, Dalkarbun Sejumlah Perusahaan Sawit di Paser Masih Belum Memenuhi Standar
Di Balik Seragam Pengabdi Kesehatan, Polisi Bongkar Dugaan Kurir Sabu Senilai Rp1,56 Miliar
Sawah Berau Didorong Tak Pernah Kosong, Kementan Perkuat Langkah Menuju Swasembada Pangan
Dapur Berdiri, Kepastian Menghilang: Mitra MBG Paser Tagih Pembayaran Rp3,5 Miliar ke BGN
Shalat Subuh Jadi Celah, Residivis Asal Morowali Gasak Motor Jamaah, Dibekuk Saat Kabur ke Sangatta
BKPSDM Berau Belum Terima Laporan Resmi ASN Terjaring Operasi Antik Mahakam, Proses Disiplin Menunggu Verifikasi
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 10:57 WIB

Operasi Antik Mahakam 2026 Sapu Bersih Jaringan Narkoba, 17 Tersangka Digelandang Polres Kutai Barat

Minggu, 2 Agustus 2026 - 04:53 WIB

Bukan Sekadar Wisata, Bertemu Hiu Paus di Derawan Adalah Pelajaran Menghormati Alam

Minggu, 2 Agustus 2026 - 04:41 WIB

El Nino Jadi Alarm Keras, Dalkarbun Sejumlah Perusahaan Sawit di Paser Masih Belum Memenuhi Standar

Minggu, 2 Agustus 2026 - 04:35 WIB

Di Balik Seragam Pengabdi Kesehatan, Polisi Bongkar Dugaan Kurir Sabu Senilai Rp1,56 Miliar

Minggu, 2 Agustus 2026 - 04:21 WIB

Sawah Berau Didorong Tak Pernah Kosong, Kementan Perkuat Langkah Menuju Swasembada Pangan

Berita Terbaru