Menuju Swasembada Pangan, Berau Dorong Kementan Perkuat Irigasi hingga SDM Petani

Senin, 3 Agustus 2026 - 14:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan Foto:
Aktivitas petani melakukan penyemprotan di areal persawahan di Kabupaten Berau sebagai bagian dari upaya meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen. Pemerintah Kabupaten Berau mengusulkan dukungan pembangunan irigasi, bantuan mesin pengering padi, serta penguatan SDM petani kepada Kementerian Pertanian guna mendorong beras lokal memenuhi standar Bulog dan memperkuat swasembada pangan daerah. (Dok. Istimewa/Kawalkaltim.com/Hidayat)

Keterangan Foto: Aktivitas petani melakukan penyemprotan di areal persawahan di Kabupaten Berau sebagai bagian dari upaya meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen. Pemerintah Kabupaten Berau mengusulkan dukungan pembangunan irigasi, bantuan mesin pengering padi, serta penguatan SDM petani kepada Kementerian Pertanian guna mendorong beras lokal memenuhi standar Bulog dan memperkuat swasembada pangan daerah. (Dok. Istimewa/Kawalkaltim.com/Hidayat)

Kawalkaltim.com, BERAU – Seperti seorang pelaut yang memiliki kapal tangguh namun masih membutuhkan mercusuar untuk mencapai pelabuhan tujuan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau kini mengarahkan haluan pembangunan pertaniannya menuju satu target besar: menghadirkan beras lokal yang tidak hanya melimpah, tetapi juga memenuhi standar nasional. Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, dukungan pemerintah pusat dinilai menjadi kunci agar potensi sawah Berau tidak berhenti sebagai harapan, melainkan menjelma menjadi kekuatan pangan daerah.

Pemkab Berau secara resmi meminta dukungan kepada Kementerian Pertanian (Kementan) guna memperkuat sektor pertanian. Usulan tersebut meliputi pembangunan dan peningkatan jaringan irigasi, bantuan mesin pengering padi, hingga penguatan sumber daya manusia (SDM) bagi para petani.

Wakil Bupati Berau, Gamalis, menegaskan bahwa dukungan tersebut sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas hasil panen sehingga mampu memenuhi standar yang ditetapkan pemerintah, sekaligus memperkuat daya saing beras lokal di pasar.

“Kita ingin kualitas beras lokal ini bisa sesuai dengan standar Bulog, sehingga nantinya mampu bersaing dengan produk luar daerah,” ucapnya.

“Ini juga menjadi bagian dari upaya Berau mencapai swasembada pangan dan memperkuat kemandirian pangan,” sambungnya.

Menurut Gamalis, pembangunan sektor pertanian tidak hanya diukur dari peningkatan hasil panen, tetapi juga dari kualitas produk yang mampu diterima pasar. Karena itu, sejumlah sarana penunjang masih menjadi kebutuhan mendesak, terutama jaringan irigasi yang berperan menjaga keberlangsungan produksi padi sepanjang musim.

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Berau juga mendorong hadirnya teknologi pertanian yang lebih modern melalui bantuan mesin pengering padi. Fasilitas tersebut diyakini akan meningkatkan mutu gabah sekaligus membantu petani menghasilkan beras dengan kualitas yang sesuai standar penyerapan Bulog.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Muhammad Amin, menyampaikan bahwa seluruh usulan yang diajukan Pemkab Berau telah diterima dan akan dikomunikasikan lebih lanjut di lingkungan Kementerian Pertanian.

“Tadi sudah didiskusikan dan sudah disampaikan kepada kepala badan selaku pimpinan daripada gerakan tanam padi serempak,” katanya usai mengikuti zoom meeting Gerakan Tanam Padi Serempak Nasional, Jumat (31/8) lalu.

Ia menjelaskan, koordinasi tersebut mencakup berbagai kebutuhan yang disampaikan Pemerintah Kabupaten Berau, mulai dari bantuan alat pengering padi, pembangunan dan peningkatan irigasi pertanian, hingga kebutuhan lain yang berkaitan dengan pengembangan sektor pertanian.

Muhammad Amin memastikan berbagai usulan tersebut akan menjadi perhatian untuk ditindaklanjuti melalui koordinasi lintas instansi di lingkungan Kementerian Pertanian.

Harapannya, dukungan tersebut mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat kapasitas petani dalam mengelola lahan secara lebih modern dan berkelanjutan.

Pada akhirnya, sawah-sawah Berau seolah menunggu uluran air yang menghidupkan, sementara bulir-bulir padi seperti sedang berbisik kepada setiap pemangku kebijakan agar janji tentang kemandirian pangan tidak berhenti di ruang rapat, melainkan benar-benar tumbuh, menguning, dan mengisi lumbung-lumbung kehidupan masyarakat.

Penulis            : Nur Hidayat R

Editor             : Annanda

Berita Terkait

Ketika Sabu Diburu Hingga ke Pelosok: Polres Berau Tegaskan Tak Ada Tempat Aman bagi Jaringan Narkotika
Pertamina Pangkas Harga Pertamax dan Turbo, Mobilitas Warga Balikpapan Berpeluang Lebih Ringan
Kapolri Lakukan Mutasi Pejabat Polda Kaltim, Regenerasi Kepemimpinan Terus Bergerak
Dari Tepian Mahakam Menuju Panggung Dunia, Pelajar Kukar Bawa Misi Selamatkan Musik Tingkilan
Merah Putih Berkibar di Mahakam, TNI Satukan Semangat Nelayan dan Motoris Sungai di Beranda Terdepan NKRI
Perahu Pulang Tanpa Nahkoda, Nelayan 64 Tahun Diduga Ditelan Arus Mahakam di Jembayan
Operasi Antik Mahakam 2026 Sapu Bersih Jaringan Narkoba, 17 Tersangka Digelandang Polres Kutai Barat
Bukan Sekadar Wisata, Bertemu Hiu Paus di Derawan Adalah Pelajaran Menghormati Alam
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 14:17 WIB

Menuju Swasembada Pangan, Berau Dorong Kementan Perkuat Irigasi hingga SDM Petani

Senin, 3 Agustus 2026 - 13:31 WIB

Ketika Sabu Diburu Hingga ke Pelosok: Polres Berau Tegaskan Tak Ada Tempat Aman bagi Jaringan Narkotika

Senin, 3 Agustus 2026 - 13:15 WIB

Pertamina Pangkas Harga Pertamax dan Turbo, Mobilitas Warga Balikpapan Berpeluang Lebih Ringan

Senin, 3 Agustus 2026 - 12:53 WIB

Kapolri Lakukan Mutasi Pejabat Polda Kaltim, Regenerasi Kepemimpinan Terus Bergerak

Senin, 3 Agustus 2026 - 12:33 WIB

Dari Tepian Mahakam Menuju Panggung Dunia, Pelajar Kukar Bawa Misi Selamatkan Musik Tingkilan

Berita Terbaru