Harapan Berlabuh di Dermaga yang Tertunda, Usulan Rute Kapal Bontang–Mamuju Gagal Masuk Agenda Pusat

Rabu, 5 Agustus 2026 - 06:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan Foto:
Kapal penumpang bersandar di Pelabuhan Loktuan, Kota Bontang. Rencana pembukaan rute pelayaran Bontang–Mamuju dipastikan kembali tertunda setelah usulan administrasi terlambat masuk ke pemerintah pusat. Pemerintah Kota Bontang akan mengajukan kembali usulan tersebut pada 2027 guna memperkuat konektivitas transportasi laut dan mendorong pertumbuhan ekonomi antardaerah. (Dok. Istimewa/Kawalkaltim.com)

Keterangan Foto: Kapal penumpang bersandar di Pelabuhan Loktuan, Kota Bontang. Rencana pembukaan rute pelayaran Bontang–Mamuju dipastikan kembali tertunda setelah usulan administrasi terlambat masuk ke pemerintah pusat. Pemerintah Kota Bontang akan mengajukan kembali usulan tersebut pada 2027 guna memperkuat konektivitas transportasi laut dan mendorong pertumbuhan ekonomi antardaerah. (Dok. Istimewa/Kawalkaltim.com)

Kawalkaltim.com | Bontang – Ada kalanya sebuah kapal telah siap mengembangkan layar, namun ombak bernama waktu justru datang lebih dahulu menutup jalur pelayaran. Begitulah gambaran nasib rencana pembukaan rute kapal penumpang Bontang–Mamuju melalui Pelabuhan Loktuan. Harapan yang semula diproyeksikan berlayar tahun ini, kini harus kembali berlabuh di dermaga penantian akibat keterlambatan proses administrasi.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang memastikan pembukaan rute kapal penumpang Bontang–Mamuju belum dapat direalisasikan pada 2026. Usulan tersebut dipastikan baru akan kembali diajukan kepada pemerintah pusat pada 2027 setelah tahapan administrasi dinyatakan terlambat masuk dalam siklus perencanaan nasional.

Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, mengungkapkan keterlambatan bermula dari proses penyampaian usulan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Bontang kepada Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Timur. Kondisi itu membuat usulan pembukaan rute baru tidak sempat diproses hingga ke pemerintah pusat.

Agus menegaskan keterlambatan tersebut bukan disebabkan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur maupun Gubernur Kaltim. Menurutnya, pembahasan mengenai rute baru memang baru dilakukan pada awal Juli 2026 sehingga seluruh proses lanjutan otomatis ikut bergeser.

“Awal Juli saya baru bertemu dengan gubernur. Jadi bukan kesalahan gubernur juga. Karena kami bertemunya pada awal Juli, suratnya juga keluar pada Juli,” ujarnya usai menghadiri Rapat Paripurna Ke-13 DPRD Bontang tentang penandatanganan nota kesepakatan KUA-PPAS APBD 2027, Selasa (4/8).

Ia menilai, koordinasi idealnya sudah dilakukan sebelum Mei agar usulan pembukaan rute Pelabuhan Loktuan–Mamuju memiliki ruang waktu yang cukup untuk diproses hingga tahap penetapan di pemerintah pusat.

Agus juga mengakui keterlambatan tersebut menjadi catatan evaluasi bagi Pemerintah Kota Bontang, khususnya Dinas Perhubungan yang menangani proses pengusulan.

“Mungkin kami juga yang terlambat. Teman-teman di Dishub lambat menyampaikan ke Dishub provinsi sehingga surat dari gubernur juga ikut terlambat,” katanya.

Akibat kondisi tersebut, usulan pembukaan jalur pelayaran Bontang–Mamuju harus kembali diajukan pada tahun depan. Meski demikian, kajian yang telah disusun sebelumnya masih tetap dapat digunakan sebagai dokumen pendukung sehingga proses pengajuan tidak perlu dimulai dari awal.

Menurut Agus, prioritas utama pemerintah daerah saat ini adalah memperoleh penetapan resmi rute dari Kementerian Perhubungan. Setelah rute disahkan, penentuan operator maupun armada sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah pusat.

“Yang penting rutenya ditetapkan terlebih dahulu. Setelah itu, kementerian yang menentukan kapal mana yang akan dioperasikan,” jelasnya.

Ia menambahkan, armada yang nantinya melayani lintasan tersebut akan disesuaikan dengan kebijakan Kementerian Perhubungan. Salah satu alternatif yang memungkinkan adalah memanfaatkan kapal yang saat ini telah beroperasi pada lintasan lain apabila rute Bontang–Mamuju resmi ditetapkan.

Karena itu, Pemkot Bontang memastikan usulan tersebut akan kembali diajukan pada 2027 tanpa mengubah substansi yang telah disusun sebelumnya.

“Diajukan lagi. Harus ditindaklanjuti. Narasinya tetap sama, jangan diubah,” tegas Agus.

Rute kapal Bontang–Mamuju selama ini dipandang strategis untuk memperkuat konektivitas transportasi laut melalui Pelabuhan Loktuan. Kehadirannya diharapkan mampu membuka akses mobilitas masyarakat, memperlancar distribusi barang, sekaligus mempererat hubungan ekonomi antara Kota Bontang dan Provinsi Sulawesi Barat.

Pada akhirnya, waktu memang belum berpihak. Namun harapan itu belum tenggelam. Pelabuhan Loktuan seakan masih setia memandang cakrawala, menunggu hari ketika deru mesin kapal benar-benar menyapa dermaganya dan menghubungkan dua daerah yang selama ini dipisahkan oleh jeda administrasi, bukan oleh luasnya lautan.

Penulis            : Imam Sudarno

Editor             : Annanda

Berita Terkait

Musda VI Golkar Kutai Barat Jadi Momentum Konsolidasi dan Penguatan Target Politik
Demokrat Kubar Turun ke Pasar, Parkir dan Kebersihan Jadi Perhatian
Demokrat Kubar Serap Aspirasi dari Lapangan, Masyarakat Diajak Aktif Bersuarа
Demokrat Kubar Turun ke Pasar Jaras, Soroti Penataan Pasar dan Akses Modal UMKM
Demokrat Kubar Peduli Kebersihan Pasar, Fasilitas TPS Jadi Sorotan
Serap Aspirasi Pedagang, Demokrat Kubar Soroti Penataan Pasar  Jaras Barong Tongkok
Demokrat Kubar Dorong Aspirasi Pedagang Ditindaklanjuti, UMKM Jadi Perhatian
Dari Pasar Jaras Barong Tongkok, Demokrat Kubar Bawa Aspirasi UMKM ke Pemerintah
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 02:29 WIB

Musda VI Golkar Kutai Barat Jadi Momentum Konsolidasi dan Penguatan Target Politik

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 04:22 WIB

Demokrat Kubar Turun ke Pasar, Parkir dan Kebersihan Jadi Perhatian

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 04:19 WIB

Demokrat Kubar Serap Aspirasi dari Lapangan, Masyarakat Diajak Aktif Bersuarа

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 03:40 WIB

Demokrat Kubar Turun ke Pasar Jaras, Soroti Penataan Pasar dan Akses Modal UMKM

Jumat, 21 Agustus 2026 - 15:38 WIB

Demokrat Kubar Peduli Kebersihan Pasar, Fasilitas TPS Jadi Sorotan

Berita Terbaru