Drama di Tepian Mahakam: Diduga Dipicu Perselingkuhan, Perempuan Tercebur ke Sungai

Jumat, 7 Agustus 2026 - 10:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan Foto:
Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) Kutai Kartanegara bersama relawan melakukan proses evakuasi terhadap seorang perempuan yang tercebur ke Sungai Mahakam di kawasan Jalan KH Akhmad Mukhsin, Kelurahan Timbau, Tenggarong, Kamis (6/8) malam. Korban diduga tercebur usai terlibat cekcok dengan pasangannya sebelum akhirnya berhasil ditemukan dan dilarikan ke RSUD AM Parikesit Tenggarong Seberang untuk mendapatkan penanganan medis. (Dok. Kawalkaltim.com/Masruji)

Keterangan Foto: Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) Kutai Kartanegara bersama relawan melakukan proses evakuasi terhadap seorang perempuan yang tercebur ke Sungai Mahakam di kawasan Jalan KH Akhmad Mukhsin, Kelurahan Timbau, Tenggarong, Kamis (6/8) malam. Korban diduga tercebur usai terlibat cekcok dengan pasangannya sebelum akhirnya berhasil ditemukan dan dilarikan ke RSUD AM Parikesit Tenggarong Seberang untuk mendapatkan penanganan medis. (Dok. Kawalkaltim.com/Masruji)

KAWALKALTIM.COM, TENGGARONG – Ada kalanya sebuah rumah tangga menyerupai perahu kecil yang berlayar di tengah sungai. Selama nahkoda dan penumpangnya saling menjaga keseimbangan, ombak sebesar apa pun dapat dilalui. Namun ketika badai emosi mengambil alih kemudi, perahu itu bisa kehilangan arah hingga nyaris karam. Gambaran itulah yang seakan tergambar dalam peristiwa yang terjadi di tepian Sungai Mahakam, Tenggarong, Kamis (6/8) malam.

Seorang perempuan dilaporkan tercebur ke Sungai Mahakam di kawasan Jalan KH Akhmad Mukhsin, Kelurahan Timbau, Kecamatan Tenggarong. Insiden yang terjadi tepat di depan gerai KFC tersebut diduga dipicu pertengkaran dengan pasangannya.

Peristiwa sekitar pukul 20.00 Wita itu sontak mengundang perhatian warga. Sejumlah saksi menyebut sebelum korban tercebur ke sungai, terdengar cekcok antara pasangan tersebut yang diduga berkaitan dengan persoalan rumah tangga, termasuk dugaan perselingkuhan.

Salah seorang saksi, Gito, mengungkapkan situasi berlangsung sangat cepat.

“Ketika cekcok tidak lama yang cewek loncat. Yang cowok juga ikut loncat buat selamatkan, tapi berhenti karena kram,” ujarnya.

Menurut Gito, sang suami sempat berusaha menyelamatkan korban dengan berenang mengejar ke arah tengah sungai. Namun upaya itu tidak dapat dilanjutkan setelah dirinya mengalami kram.

Melihat kondisi tersebut, Gito bersama dua rekannya tanpa ragu langsung terjun ke Sungai Mahakam untuk mengevakuasi sang suami sambil menunggu kedatangan tim penyelamat.

Tak berselang lama, personel Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) Kutai Kartanegara bersama relawan tiba di lokasi. Proses penyelamatan dilakukan menggunakan perahu, pelampung, tangga, hingga penyelam untuk memastikan korban dapat segera ditemukan.

Komandan Regu II Disdamkarmatan Kutai Kartanegara, Muhammad Idris, mengatakan korban berhasil ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri.

“Saat ditemukan, korban sebenarnya sudah mulai terbawa ke arah tengah sungai. Tetapi anggota kami sudah lebih dulu memegang dan mengamankannya,” katanya.

Ia menjelaskan proses evakuasi berlangsung tanpa hambatan berarti. Arus Sungai Mahakam saat kejadian relatif tenang, debit air sedang surut, serta pencahayaan di lokasi cukup membantu tim penyelamat menjalankan tugasnya.

“Alhamdulillah proses penyelamatan berjalan lancar dan tidak ada kendala,” tambahnya.

Usai dievakuasi, korban dibawa menuju Pelabuhan Pulau Kumala sebelum selanjutnya dilarikan menggunakan ambulans ke RSUD AM Parikesit Tenggarong Seberang guna mendapatkan penanganan medis.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa setiap konflik yang dibiarkan dikuasai emosi dapat berubah menjadi bencana dalam hitungan detik. Malam itu, Sungai Mahakam seolah membisikkan pesan kepada setiap orang yang menyaksikannya: amarah boleh datang, tetapi jangan pernah dibiarkan mengambil alih kemudi kehidupan, sebab penyesalan kerap tiba ketika semuanya telah terlambat.

Penulis            : Masruji B

Editor             : Annanda

Berita Terkait

Musda VI Golkar Kutai Barat Jadi Momentum Konsolidasi dan Penguatan Target Politik
Demokrat Kubar Turun ke Pasar, Parkir dan Kebersihan Jadi Perhatian
Demokrat Kubar Serap Aspirasi dari Lapangan, Masyarakat Diajak Aktif Bersuarа
Demokrat Kubar Turun ke Pasar Jaras, Soroti Penataan Pasar dan Akses Modal UMKM
Demokrat Kubar Peduli Kebersihan Pasar, Fasilitas TPS Jadi Sorotan
Serap Aspirasi Pedagang, Demokrat Kubar Soroti Penataan Pasar  Jaras Barong Tongkok
Demokrat Kubar Dorong Aspirasi Pedagang Ditindaklanjuti, UMKM Jadi Perhatian
Dari Pasar Jaras Barong Tongkok, Demokrat Kubar Bawa Aspirasi UMKM ke Pemerintah
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 02:29 WIB

Musda VI Golkar Kutai Barat Jadi Momentum Konsolidasi dan Penguatan Target Politik

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 04:22 WIB

Demokrat Kubar Turun ke Pasar, Parkir dan Kebersihan Jadi Perhatian

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 04:19 WIB

Demokrat Kubar Serap Aspirasi dari Lapangan, Masyarakat Diajak Aktif Bersuarа

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 03:40 WIB

Demokrat Kubar Turun ke Pasar Jaras, Soroti Penataan Pasar dan Akses Modal UMKM

Jumat, 21 Agustus 2026 - 15:38 WIB

Demokrat Kubar Peduli Kebersihan Pasar, Fasilitas TPS Jadi Sorotan

Berita Terbaru