Pascakerusuhan Tabang, Ignatius Meninggal, Syaharie Jaang Minta Warga Percayakan Kasus ke Polisi

Minggu, 9 Agustus 2026 - 12:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan Foto:
 Dok. Kawalkaltim.com — Kolase situasi pascakerusuhan di Kecamatan Tabang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), yang memperlihatkan kondisi massa dan lokasi yang terbakar, serta Ketua Dewan Pembina Persekutuan Dayak Kaltim, Syaharie Jaang. Syaharie mengimbau masyarakat menahan diri, menjaga situasi tetap kondusif, dan mempercayakan proses hukum atas meninggalnya Ignatius serta luka yang dialami Lewi kepada aparat kepolisian.

Keterangan Foto: Dok. Kawalkaltim.com — Kolase situasi pascakerusuhan di Kecamatan Tabang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), yang memperlihatkan kondisi massa dan lokasi yang terbakar, serta Ketua Dewan Pembina Persekutuan Dayak Kaltim, Syaharie Jaang. Syaharie mengimbau masyarakat menahan diri, menjaga situasi tetap kondusif, dan mempercayakan proses hukum atas meninggalnya Ignatius serta luka yang dialami Lewi kepada aparat kepolisian.

TENGGARONG, Kawalkaltim.com — Di sebuah daerah yang sedang berduka, amarah kadang datang seperti api yang mencari angin. Ia bermula dari satu titik, lalu menjalar ke mana-mana, membakar bukan hanya benda, tetapi juga rasa percaya dan ketenangan yang dibangun bertahun-tahun.

Tabang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), kini berada di titik yang membutuhkan kepala dingin. Satu nyawa melayang. Satu warga lainnya masih menjalani perawatan. Ketegangan sempat berkembang menjadi aksi massa, perusakan sejumlah rumah hingga pembakaran sebuah warung.

Di tengah situasi tersebut, Ketua Dewan Pembina Persekutuan Dayak Kalimantan Timur (Kaltim), Syaharie Jaang, menyerukan agar masyarakat tidak kembali terseret arus emosi.

Ia meminta keluarga korban dan seluruh masyarakat Kecamatan Tabang memberikan ruang kepada aparat penegak hukum untuk mengusut perkara hingga terang.

Syaharie menyampaikan belasungkawa mendalam atas meninggalnya Ignatius, warga Desa Kampung Baru, Tabang. Ia juga mendoakan Lewi, warga Desa Bengen, yang masih menjalani perawatan di rumah sakit.

“Saya mengucapkan turut berduka cita yang mendalam atas meninggalnya korban dalam insiden yang terjadi di Tabang, yaitu saudara kita Ignatius yang berasal dari Desa Kampung Baru, Tabang,” kata Syaharie dalam pernyataannya, Minggu (9/8/2026).

“Kita juga mendoakan semoga korban yang saat sekarang dirawat di rumah sakit, yaitu saudara Lewi yang berasal dari Desa Bengen, diberikan kesembuhan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa,” lanjut mantan Wali Kota Samarinda tersebut.

Selain menjabat Ketua Dewan Pembina Persekutuan Dayak Kaltim, Syaharie juga merupakan Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kaltim serta Ketua Pembina Yayasan Bersatu Maju Bersama Balian Tabang.

Dengan posisi tersebut, ia secara khusus mengajak keluarga korban maupun masyarakat Kampung Baru, Bengen dan seluruh Kecamatan Tabang untuk tidak terpancing oleh informasi maupun tindakan yang dapat kembali memperkeruh keadaan.

“Saya mengajak dan mengimbau kepada keluargaku semua yang berada di Desa Kampung Baru Tabang dan juga Desa Bengen Tabang, dan secara umum yang berada di Kecamatan Tabang, untuk kita bersama-sama menjaga kondisi yang kondusif di daerah kita,” ujarnya.

Percayakan Proses Hukum kepada Polisi

Bagi Syaharie, rasa kehilangan tidak boleh berubah menjadi alasan untuk menciptakan kehilangan berikutnya.

Ia meminta kepolisian bergerak cepat mengungkap perkara tersebut. Namun, pada saat yang sama, masyarakat diminta tidak mengambil tindakan sendiri.

“Kita berharap secepatnya penegak hukum, yaitu jajaran Polres Kutai Kartanegara dan Polsek Tabang, untuk menangkap para pelaku. Oleh sebab itu, berikan kesempatan dan berikan kepercayaan kepada alat penegak hukum untuk melakukan kerja yang cepat,” tegasnya.

Menurut Syaharie, kepastian hukum menjadi salah satu kunci untuk mengembalikan ketenangan masyarakat.

“Mari kita jaga bersama Tabang kondusif. Mari kita jaga bersama Kutai Kartanegara dan Kaltim kondusif,” katanya.

Keterangan Foto:
Ketua Dewan Pembina Persekutuan Dayak Kalimantan Timur (Kaltim), 𝗦𝘆𝗮𝗵𝗮𝗿𝗶𝗲 𝗝𝗮𝗮𝗻𝗴, menyampaikan imbauan agar masyarakat Kecamatan Tabang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), menahan diri dan bersama-sama menjaga situasi tetap aman serta kondusif pascainsiden yang menewaskan Ignatius dan menyebabkan Lewi mengalami luka. Syaharie juga meminta masyarakat mempercayakan proses penanganan perkara kepada aparat penegak hukum dan tidak mengambil tindakan sendiri. 𝗙𝗼𝘁𝗼 𝗶𝗻𝗶 𝗺𝗲𝗻𝗷𝗮𝗱𝗶 𝗱𝗼𝗸𝘂𝗺𝗲𝗻 𝗽𝗲𝗻𝗱𝘂𝗸𝘂𝗻𝗴 𝗽𝗲𝗿𝗻𝘆𝗮𝘁𝗮𝗮𝗻 𝗦𝘆𝗮𝗵𝗮𝗿𝗶𝗲 𝗝𝗮𝗮𝗻𝗴 𝗱𝗮𝗹𝗮𝗺 𝗺𝗲𝗻𝘆𝗲𝗿𝘂𝗸𝗮𝗻 𝗸𝗲𝘁𝗲𝗻𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻, 𝗽𝗲𝗿𝘀𝗮𝘁𝘂𝗮𝗻, 𝗱𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗻𝘆𝗲𝗹𝗲𝘀𝗮𝗶𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝗸𝗮𝗿𝗮 𝗺𝗲𝗹𝗮𝗹𝘂𝗶 𝗷𝗮𝗹𝘂𝗿 𝗵𝘂𝗸𝘂𝗺. (Dok. Istimewa/Kawalkaltim.com)

Seruan tersebut muncul setelah situasi Tabang sempat memanas menyusul meninggalnya Ignatius dan terlukanya Lewi.

Peristiwa yang awalnya disebut sebagai dugaan kecelakaan kemudian berkembang dalam penyelidikan menjadi dugaan pengeroyokan atau perkelahian. Informasi tersebut memicu kemarahan warga dan berkembang menjadi aksi massa.

Situasi memuncak pada Sabtu (8/8/2026).

Massa mendatangi sejumlah lokasi yang disebut berkaitan dengan pihak yang diduga terlibat. Aksi tersebut kemudian berkembang menjadi perusakan sejumlah rumah.

Sebuah warung yang dikenal sebagai Warung Bule Jawa di Desa Bilah Talang juga dibakar massa sekitar pukul 10.00 Wita.

Menurut Camat Tabang Asmi Riyandi Elvander, warung tersebut menjadi sasaran karena dianggap sebagai tempat bermulanya persoalan.

Salah satu tuntutan massa ketika itu ialah agar kepolisian segera mengamankan pihak-pihak yang diduga terlibat dan menyampaikan perkembangan penanganan perkara paling lambat 2×24 jam.

“Ini kan yang inti tuntutan daripada aksi kemarin itu kan paling lambat 2×24 jam untuk merilis para tersangka dan mengamankan para tersangka,” kata Asmi.

Terduga Pelaku Telah Diamankan

Perkembangan terbaru menunjukkan pihak-pihak yang diduga terlibat dalam perkara tersebut telah diamankan kepolisian dan dibawa ke Mapolres Kukar.

“Ya, sudah. Para tersangka itu sudah diamankan polisi di Polres,” kata Asmi saat dikonfirmasi Minggu (9/8/2026).

Menurut Asmi, proses pengamanan tersebut tidak dilakukan di Kecamatan Tabang.

“Ya, memang penangkapannya tidak di Tabang,” ujarnya.

Meski menyebut mereka sebagai tersangka, Asmi belum menyampaikan jumlah maupun identitas pihak yang diamankan. Pemerintah Kecamatan Tabang memilih menunggu keterangan resmi dari kepolisian.

Sikap tersebut penting di tengah derasnya informasi yang beredar di masyarakat. Nama-nama tertentu disebut-sebut telah beredar, tetapi belum seluruhnya mendapatkan konfirmasi resmi dari aparat.

“Kita menunggu secara resmi, ya, dari Polres. Baru beredar berita-berita yang belum resmi. Jadi berkembang macam-macam lagi itu kalau kita kabarkan yang bukan rilis resmi dari Polres,” katanya.

Pada Minggu (9/8/2026), Kapolres Kukar juga turun langsung ke Tabang untuk memimpin olah tempat kejadian perkara (TKP).

Polisi masih mendalami rangkaian peristiwa yang menyebabkan Ignatius meninggal dunia dan Lewi mengalami luka.

“Ini hari ini, Pak Kapolres langsung yang memimpin olah TKP itu. Mungkin ada perkembangan lagi, kita nanti sudah tunggu rilisnya hasil dari ini,” terang Asmi.

Penanganan perkara melibatkan Unit Reskrim Polsek Tabang, Satreskrim Polres Kukar hingga Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Kaltim.

Hingga Minggu, belum terdapat keterangan resmi kepolisian yang merinci jumlah tersangka, identitas, peran masing-masing maupun pasal yang dikenakan.

Karena itu, informasi mengenai pihak-pihak yang diduga terlibat masih harus ditempatkan sebagai informasi yang menunggu konfirmasi dan rilis resmi kepolisian.

Tabang Mulai Mereda

Seiring diamankannya pihak-pihak yang diduga terlibat, situasi di Tabang mulai mereda.

Kondisi masyarakat di Desa Bilah Talang dan Desa Sidomulyo dilaporkan kembali kondusif. Pemerintah kecamatan bersama aparat keamanan terus melakukan koordinasi untuk memastikan tidak terjadi aksi lanjutan.

Pemerintah Kecamatan Tabang juga menggelar pertemuan dengan seluruh kepala desa dan kepala adat sebagai bagian dari upaya menjaga ketenangan masyarakat selama proses penyelidikan berlangsung.

Asmi meminta masyarakat tidak ikut menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

Menurutnya, informasi mengenai nama-nama pihak yang diduga terlibat memang telah beredar di tengah masyarakat, tetapi belum semuanya dikonfirmasi secara resmi oleh kepolisian.

Ia memastikan kondisi masyarakat mulai lebih tenang dan pemerintah kecamatan masih menunggu hasil olah TKP serta keterangan resmi Polres Kukar.

“Jadi kita akan menunggu rilis resmi dari Polres,” pungkasnya.

Jangan Biarkan Duka Melahirkan Konflik Baru

Apa yang terjadi di Tabang menjadi pengingat bahwa sebuah persoalan dapat membesar ketika informasi berlari lebih cepat daripada proses hukum.

Kematian Ignatius meninggalkan duka bagi keluarga. Luka yang dialami Lewi menjadi kepedihan lain yang harus dipulihkan. Namun, perusakan dan pembakaran tidak akan mengembalikan kehidupan yang telah pergi.

Di sinilah hukum diuji: bukan hanya untuk menemukan siapa yang bertanggung jawab, tetapi juga untuk memastikan masyarakat tidak kehilangan kendali atas rasa keadilan.

Keadilan bukanlah amarah yang dilepaskan di jalanan. Keadilan membutuhkan bukti, proses, pemeriksaan dan keputusan berdasarkan hukum.

Karena itu, seruan untuk menjaga kondusivitas bukan berarti mengabaikan rasa keadilan. Sebaliknya, memberikan ruang kepada aparat untuk bekerja adalah bagian dari upaya memastikan perkara tidak berhenti pada dugaan dan kemarahan, tetapi bergerak menuju kepastian hukum.

Syaharie kembali mengingatkan masyarakat agar menjaga keamanan bersama dan memberikan kepercayaan kepada aparat penegak hukum.

“Sekali lagi, saya beserta keluarga turut berduka cita atas korban yang telah mendahului kita. Kita doakan saudara Lewi yang saat sekarang dalam perawatan diberikan kesembuhan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa,” tutupnya.

Tabang kini membutuhkan ketenangan, bukan bara baru. Sebab ketika amarah mulai surut, masyarakat memiliki kesempatan untuk melihat kembali apa yang sebenarnya harus dijaga: kehidupan, persaudaraan, keamanan dan keadilan.

Biarlah hukum berjalan dengan bukti, bukan dengan prasangka. Biarlah kebenaran menemukan jalannya melalui proses yang dapat dipertanggungjawabkan.

Dan semoga Tabang kembali menjadi rumah yang teduh bagi semua warganya—tempat di mana duka dapat dipeluk bersama, luka dapat disembuhkan, dan perbedaan tidak lagi menjadi alasan untuk menyalakan api konflik.

Penulis            : Masruji B

Editor             : Annanda

Berita Terkait

Musda VI Golkar Kutai Barat Jadi Momentum Konsolidasi dan Penguatan Target Politik
Demokrat Kubar Turun ke Pasar, Parkir dan Kebersihan Jadi Perhatian
Demokrat Kubar Serap Aspirasi dari Lapangan, Masyarakat Diajak Aktif Bersuarа
Demokrat Kubar Turun ke Pasar Jaras, Soroti Penataan Pasar dan Akses Modal UMKM
Demokrat Kubar Peduli Kebersihan Pasar, Fasilitas TPS Jadi Sorotan
Serap Aspirasi Pedagang, Demokrat Kubar Soroti Penataan Pasar  Jaras Barong Tongkok
Demokrat Kubar Dorong Aspirasi Pedagang Ditindaklanjuti, UMKM Jadi Perhatian
Dari Pasar Jaras Barong Tongkok, Demokrat Kubar Bawa Aspirasi UMKM ke Pemerintah
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 02:29 WIB

Musda VI Golkar Kutai Barat Jadi Momentum Konsolidasi dan Penguatan Target Politik

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 04:22 WIB

Demokrat Kubar Turun ke Pasar, Parkir dan Kebersihan Jadi Perhatian

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 04:19 WIB

Demokrat Kubar Serap Aspirasi dari Lapangan, Masyarakat Diajak Aktif Bersuarа

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 03:40 WIB

Demokrat Kubar Turun ke Pasar Jaras, Soroti Penataan Pasar dan Akses Modal UMKM

Jumat, 21 Agustus 2026 - 15:38 WIB

Demokrat Kubar Peduli Kebersihan Pasar, Fasilitas TPS Jadi Sorotan

Berita Terbaru