Kawalkaltim.com, SENDAWAR โ Ada bencana yang meninggalkan puing di tanah, tetapi ada pula yang meninggalkan retakan jauh lebih dalamโdi dalam ingatan manusia. Tanah longsor mungkin berhenti bergerak ketika material lumpur dan bebatuan telah menemukan tempatnya, namun rasa takut sering kali terus berjalan di dalam benak mereka yang mengalaminya.
Di Kampung Muara Bunyut RT 001, Kecamatan Melak, Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Sabtu (8/8/2026), polisi mencoba menghentikan langkah ketakutan itu. Bukan dengan sirene atau barikade, melainkan dengan permainan, nyanyian, warna-warni balon, dan tawa anak-anak.
Polres Kutai Barat bersama Polsek Melak dan Bhayangkari Ranting Melak menggelar trauma healing bagi warga terdampak tanah longsor. Kegiatan tersebut diarahkan untuk membantu korban, khususnya anak-anak, menghadapi tekanan psikologis setelah bencana.
Kegiatan dipimpin Kapolsek Melak Iptu Rinto C. Simanjuntak bersama Ketua Bhayangkari Ranting Melak, Ny. Titin Rinto.
Sejumlah personel turut diterjunkan. Di antaranya Ps. Kanit Intelkam Polsek Melak Aipda Febry, tujuh personel Satlantas Polres Kutai Barat, lima personel Polsek Melak, enam Polwan Polres Kutai Barat, serta lima pengurus PC Bhayangkari Ranting Melak.
Sebanyak 60 warga mengikuti kegiatan tersebut. Dari jumlah itu, 10 orang merupakan dewasa dan 50 lainnya anak-anak.
Dari Posko Pengungsian, Tawa Perlahan Kembali
Suasana posko pengungsian yang sebelumnya lekat dengan kecemasan perlahan dicairkan melalui pendekatan yang ramah anak.
Petugas mengajak anak-anak mengikuti berbagai aktivitas interaktif. Balon warna-warni dibagikan, gambar disiapkan untuk diwarnai, lagu dinyanyikan bersama, hingga permainan edukatif digelar untuk membangun kembali rasa aman.
Kehadiran badut keliling turut membuat suasana semakin hidup. Anak-anak diajak bermain sepak bola bersama, seolah untuk beberapa saat mereka diberikan ruang untuk melupakan suara bencana dan kembali menjadi anak-anak.
Kegiatan kemudian ditutup dengan pembagian makanan ringan kepada seluruh peserta.
Namun, di balik permainan sederhana tersebut, terdapat pesan yang jauh lebih besar: pemulihan pascabencana bukan hanya tentang memperbaiki rumah, jalan, atau fasilitas yang rusak. Memulihkan manusia juga berarti merawat ingatan, rasa aman, dan keberanian untuk kembali menjalani kehidupan.
Kapolsek Melak Iptu Rinto C. Simanjuntak mengatakan trauma healing merupakan salah satu langkah preventif untuk membantu korban bencana memulihkan kondisi psikologis.

Sejumlah aktivitas dalam kegiatan trauma healing pascalongsor di Kampung Muara Bunyut, Kecamatan Melak, Kutai Barat, Sabtu (8/8/2026). ๐๐จ๐ฅ๐๐ฌ๐ memperlihatkan suasana pendampingan Polres Kutai Barat, Polsek Melak dan Bhayangkari bersama anak-anak terdampak, mulai dari permainan edukatif, aktivitas bersama, hiburan maskot, hingga kegiatan yang dirancang untuk membangun kembali keceriaan dan rasa aman anak-anak setelah bencana longsor. (๐๐จ๐ค. ๐๐๐ฐ๐๐ฅ๐๐๐ฅ๐ญ๐ข๐ฆ.๐๐จ๐ฆ/๐๐ฆ๐ข๐ง๐๐)
โTrauma healing ini kami laksanakan untuk mengurangi kecemasan berlebih, rasa takut, dan kesedihan akibat bencana. Kami ingin mencegah trauma berkembang menjadi gangguan stres pascatrauma. Khususnya untuk anak-anak, lansia, dan ibu hamil yang paling rentan terdampak,โ ujar Rinto.
Menurut Rinto, pendampingan tersebut tidak sebatas membantu warga mengatasi tekanan mental setelah bencana. Kehadiran petugas juga diharapkan dapat membantu masyarakat beradaptasi selama menjalani kehidupan di posko pengungsian.
Pendekatan humanis menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Sebab, setelah tanah bergerak dan kehidupan warga terguncang, rasa khawatir terhadap kemungkinan terjadinya longsor susulan tidak serta-merta hilang.
Karena itu, membangun kembali optimisme masyarakat menjadi bagian dari proses pemulihan.
Terlebih bagi anak-anak. Dunia mereka semestinya dipenuhi permainan, sekolah dan tawa, bukan ingatan tentang tanah yang tiba-tiba bergerak dan mengubah rasa aman menjadi ketakutan.
Merawat Luka yang Tak Terlihat
Bencana kerap memiliki dua wajah. Wajah pertama terlihat jelas berupa kerusakan fisik. Wajah kedua jauh lebih sunyi: trauma yang tidak selalu tampak oleh mata.
Di titik inilah trauma healing memiliki arti penting. Tawa seorang anak mungkin terlihat sederhana, tetapi di tengah situasi pascabencana, tawa itu dapat menjadi tanda bahwa rasa takut perlahan mulai menemukan jalan keluar.
Polres Kutai Barat dan jajaran berharap pendampingan tersebut dapat membantu masyarakat membangun kembali daya tahan psikologis, semangat hidup, serta optimisme untuk menghadapi masa pemulihan.
Hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai, situasi di lokasi pengungsian dilaporkan berlangsung aman, tertib, dan lancar.
Dan sore itu, di tengah tanah yang pernah kehilangan pijakannya, tawa anak-anak seakan menjadi suara kecil yang mengetuk pintu harapan. Lumpur boleh meninggalkan jejak, tetapi manusia selalu memiliki kesempatan untuk menanam kembali keberanian di atas tanah yang sama.
๐๐๐ฐ๐๐ฅ๐๐๐ฅ๐ญ๐ข๐ฆ.๐๐จ๐ฆ โ ๐๐๐ง๐ ๐๐ฐ๐๐ฅ ๐ ๐๐ค๐ญ๐, ๐๐๐ง๐ฃ๐๐ ๐ ๐๐ฎ๐๐ซ๐ ๐๐๐ค๐ฒ๐๐ญ.
๐๐๐ง๐ฎ๐ฅ๐ข๐ฌ ย ย ย ย ย ย ย : ๐๐ฆ๐ข๐ง ๐๐
๐๐๐ข๐ญ๐จ๐ซย ย ย ย ย ย ย ย ย : ๐๐ง๐ง๐๐ง๐๐






