Asap dari Atap, Pagi yang Berubah Menjadi Kepanikan
Kawalkaltim.com, SENDAWAR— Pagi itu semestinya berjalan seperti hari-hari biasa. Namun, sebagaimana sebuah bayangan yang tiba-tiba berubah menjadi petaka, asap yang mengepul dari atap menjadi pertanda datangnya bencana. Dalam hitungan waktu, api menjalar, mengubah sebuah rumah kontrakan di Kampung Sekolaq Oday, Kecamatan Sekolaq Darat, Kutai Barat (Kubar), menjadi arena kepanikan.
Kebakaran terjadi pada Minggu (16/8/2026) sekitar pukul 10.39 WITA. Rumah kontrakan milik Ribka Mani (54) saat kejadian ditempati Riansyah (35).
Api pertama kali diketahui setelah sejumlah anak melihat asap keluar dari bagian atap bangunan. Kabar itu kemudian menyebar cepat. Warga berdatangan, bukan sekadar menyaksikan, tetapi bergerak melawan waktu untuk menyelamatkan apa pun yang masih mungkin diselamatkan.
Sejumlah barang milik penghuni dikeluarkan dari dalam bangunan sebelum kobaran api semakin membesar. Kendaraan roda dua, pakaian dan barang lainnya dievakuasi warga agar tidak ikut menjadi santapan api.
Tak lama berselang, tiga unit mobil pemadam kebakaran Kecamatan Melak tiba di lokasi bersama satu unit AWC Kompi 2 Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Kaltim. Personel Polsek Melak juga berada di lokasi untuk membantu pengamanan dan penanganan kejadian.
Dankie 2 Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Kaltim, Ipda Abdullah Hadi, mengatakan petugas bersama unsur pemadam langsung melakukan penanganan guna mencegah api menjalar lebih luas.
“Begitu tiba di lokasi, personel langsung membantu proses pemadaman bersama petugas pemadam kebakaran. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 11.45 WITA,” ujarnya kepada Media
Api memang akhirnya tunduk. Namun, pekerjaan petugas belum berhenti ketika kobaran terakhir padam. Pemantauan terus dilakukan di sekitar bangunan untuk memastikan tidak ada bara maupun titik api tersembunyi yang dapat kembali menyulut bencana.

Kebakaran menyebabkan satu pintu bangunan mengalami kerusakan pada bagian dalam, plafon dan atap. Sementara satu pintu lainnya turut terdampak pada bagian plafon dan atap.
Bangunan kontrakan tersebut memiliki luas sekitar 18 x 6 meter. Total kerugian ditaksir mencapai Rp200 juta.
Kerugian itu bukan hanya tentang bangunan yang rusak. Api juga membawa pergi sejumlah barang berharga milik penghuni, termasuk uang tunai Rp23 juta, perhiasan emas, BPKB kendaraan dan ijazah.
Beruntung, kobaran api tidak merenggut korban jiwa maupun menyebabkan korban luka.
Hadi mengatakan, pemantauan bersama unsur terkait terus dilakukan hingga situasi di sekitar lokasi benar-benar dinyatakan aman.
“Kami masih melakukan monitoring di sekitar lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya kembali titik api,” katanya.
Di balik dinding yang menghitam dan atap yang rusak, masih tersimpan pertanyaan yang belum menemukan jawaban: dari mana api itu bermula?
Hingga berita ini diterbitkan, penyebab pasti kebakaran belum diketahui. Unit Reskrim Polsek Melak masih melakukan pemeriksaan untuk mengungkap sumber api yang membakar rumah kontrakan tersebut.
Api telah padam, tetapi rumah itu seakan masih menyimpan kisahnya sendiri. Ia berdiri sebagai saksi bisu bahwa dalam sekejap, sesuatu yang dibangun dan dikumpulkan bertahun-tahun dapat dilahap bara. Dan malam nanti, ketika asap telah menghilang, pertanyaan tentang penyebabnya masih akan mengetuk pintu penyelidikan.
Penulis : Amin YS
Editor : Annanda






