Kawalkaltim.com | KUTAI BARAT — Sampah mungkin terlihat kecil ketika hanya satu bungkus. Kendaraan mungkin dianggap sepele ketika hanya satu yang parkir sembarangan. Tetapi ketika semuanya menumpuk, persoalan kecil dapat berubah menjadi wajah sebuah kota.
Itulah yang terlihat dari sejumlah persoalan fasilitas dasar di Pasar Barong Tongkok.
Persoalan fasilitas dasar menjadi salah satu pekerjaan rumah yang disoroti dalam kunjungan Partai Demokrat Kutai Barat ke Pasar Barong Tongkok.
Selain kondisi bangunan dan akses jalan, keberadaan lahan parkir serta tempat pembuangan sampah atau TPS dinilai belum memadai.
Ketua DPC Partai Demokrat Kutai Barat, Noratim, mengatakan fasilitas parkir merupakan bagian penting dari aktivitas sebuah pasar.
“Kalau tidak ada tempat parkir, kendaraan parkir sembarangan sehingga masyarakat kesulitan keluar-masuk,” ujarnya kepada Media Kawalkaltim.com, Jum’at (21/8/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut dapat memengaruhi kenyamanan pedagang maupun pembeli.
Persoalan lain yang menjadi perhatian adalah pengelolaan sampah.
Noratim mengaku telah berkomunikasi dengan Dinas Lingkungan Hidup mengenai keterbatasan anggaran untuk pembangunan TPS.
“Kemarin saya sudah berkomunikasi dengan Dinas Lingkungan Hidup. Mereka mengatakan anggarannya tidak ada,” katanya.
Ia kemudian meminta anggota DPRD Demokrat membicarakan persoalan tersebut bersama pihak terkait.
“Kalau memang anggarannya tidak ada, nanti bisa dibahas di Badan Anggaran dan disampaikan kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah,” ujarnya.
Noratim bahkan menyinggung keberadaan TPS yang dibuat atas inisiatif masyarakat.
“Coba lihat di depan pengadilan dan kejaksaan. Tempat sampah di sana justru dibuat atas inisiatif masyarakat, bukan menggunakan APBD,” katanya.

Jajaran Partai Demokrat Kutai Barat melakukan aksi bersih-bersih di kawasan Pasar Barong Tongkok. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari kunjungan lapangan untuk menyerap aspirasi pedagang sekaligus menunjukkan kepedulian terhadap kebersihan dan kenyamanan lingkungan pasar. (Dok. KawalKaltim.com)
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan masih adanya kebutuhan fasilitas TPS di kawasan perkotaan.
“Kalau di jantung kota saja tempat sampah kurang, bagaimana kita berbicara mengenai kebersihan?” tegasnya.
Ia berharap pemerintah kabupaten, Dinas Lingkungan Hidup, kecamatan dan kampung dapat memperkuat koordinasi pengelolaan sampah.
Noratim juga mengingatkan bahwa persoalan kebersihan dapat menjadi lebih serius ketika memasuki musim kemarau.
“Sampah yang berhamburan, termasuk puntung rokok, dapat menjadi pemicu kebakaran,” ujarnya.
Karena itu, persoalan parkir dan TPS dinilai tidak boleh dianggap sebagai persoalan kecil.
Pasar membutuhkan jalan yang layak, parkir yang tertata dan lingkungan yang bersih agar aktivitas ekonomi masyarakat dapat berjalan dengan baik.
Sebab kota yang bersih tidak lahir hanya dari slogan. Ia lahir dari TPS yang tersedia, pengelolaan yang berjalan dan kesadaran yang dipelihara.
Begitu pula parkir. Ia bukan sekadar tempat kendaraan berhenti, tetapi bagian dari tata ruang yang menentukan apakah pasar terasa tertib atau justru semrawut.
Pada akhirnya, kebersihan dan ketertiban pasar adalah cermin dari seberapa serius pemerintah dan masyarakat merawat ruang bersama.
KawalKaltim.com — Mengawal Fakta, Menyuarakan Aspirasi, Menjaga Kepentingan Publik.
Penulis : Amin YS
Editor : Annanda






