Benggeris Tumbang, Sejarah Lahan Dipertanyakan: Antara Warisan Keluarga dan Aktivitas Perusahaan

Jumat, 18 September 2026 - 02:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan Foto:
Rusman Menunjukkan Kayu yang Ditebang. Rusman berada di antara sejumlah batang kayu yang telah ditebang sambil menunjukkan kondisi lokasi kepada wartawan. Foto ini merupakan dokumentasi lapangan terkait keterangannya mengenai pohon yang disebut berada di atas lahan yang diklaim sebagai tanah warisan. (Dok. Kawalkaltim.com/Annanda)

Keterangan Foto: Rusman Menunjukkan Kayu yang Ditebang. Rusman berada di antara sejumlah batang kayu yang telah ditebang sambil menunjukkan kondisi lokasi kepada wartawan. Foto ini merupakan dokumentasi lapangan terkait keterangannya mengenai pohon yang disebut berada di atas lahan yang diklaim sebagai tanah warisan. (Dok. Kawalkaltim.com/Annanda)

Kawalkaltim.com, KUTAI BARAT โ€” Sebatang pohon benggeris tumbang di tengah persoalan lahan warisan di Daerah Gunung Bengkelaq, sebelah kiri Jalan Trans Kaltim KM 5, Kampung Muara Jawaq, Kecamatan Mook Manaar Bulatn, Kabupaten Kutai Barat.

Pohon itu mungkin hanya satu dari sejumlah batang yang berada di lokasi.

Namun bagi masyarakat yang masih memegang nilai adat, keberadaan benggeris disebut bukan sekadar persoalan kayu.

Di situlah persoalan mulai menjadi lebih serius.

Sebab, menurut keterangan Rusman kepada redaksi, pohon benggeris termasuk pohon yang memiliki kedudukan khusus dalam adat setempat dan disebut mendapatkan perlindungan berdasarkan ketentuan adat serta aturan daerah yang berlaku.

Pertanyaannya kemudian sederhana, tetapi mendasar:

๐—๐—ถ๐—ธ๐—ฎ ๐—ฏ๐—ฒ๐—ป๐—ด๐—ด๐—ฒ๐—ฟ๐—ถ๐˜€ ๐—บ๐—ฒ๐—บ๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—บ๐—ฒ๐—บ๐—ถ๐—น๐—ถ๐—ธ๐—ถ ๐—ฝ๐—ฒ๐—ฟ๐—น๐—ถ๐—ป๐—ฑ๐˜‚๐—ป๐—ด๐—ฎ๐—ป ๐—ฎ๐—ฑ๐—ฎ๐˜, ๐˜€๐—ถ๐—ฎ๐—ฝ๐—ฎ ๐˜†๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—บ๐—ฒ๐—บ๐—ฏ๐—ฒ๐—ฟ๐—ถ๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—ถ๐˜‡๐—ถ๐—ป ๐˜€๐—ฒ๐—ต๐—ถ๐—ป๐—ด๐—ด๐—ฎ ๐—ฝ๐—ผ๐—ต๐—ผ๐—ป ๐˜๐—ฒ๐—ฟ๐˜€๐—ฒ๐—ฏ๐˜‚๐˜ ๐—ฏ๐—ผ๐—น๐—ฒ๐—ต ๐—ฑ๐—ถ๐˜๐—ฒ๐—ฏ๐—ฎ๐—ป๐—ด?

Persoalan ini mencuat bersamaan dengan klaim keluarga Rusman atas sebidang lahan yang disebut sebagai tanah warisan keluarga.

Di lokasi tersebut, sejumlah pohon disebut telah ditebang dan area lahan mulai dipersiapkan untuk aktivitas yang menurut informasi diterima redaksi berkaitan dengan pembangunan mess perusahaan.

Rusman mengatakan, pohon-pohon tersebut menjadi salah satu bukti yang membuat pihaknya mempertanyakan aktivitas penggarapan di atas lahan yang mereka klaim belum pernah dijual.

ยซโ€œJadi ceritanya orang ini dibeli, kami yang punya lahan tidak merasa menjual. Bahkan sampai pohon buah yang ditebang ini buktinya, pohon buah yang ditebang mereka ini makanya kami tahan jadi barang bukti,โ€ ujarnya saat diwawancarai wartawan, Kamis (13/8/2026).ยป

Menurut Rusman, terdapat beberapa pohon buah yang berada di lokasi.

ยซโ€œBerapa batang pohon buah itu empat pohon. Satu pohon itu pohon benggeris. Yang kecil sana yang nggak diangkat itu benggeris juga,โ€ ungkapnya.ยป

Selain benggeris, Rusman juga menyebut adanya pohon durian di sekitar lokasi.

ยซโ€œItu durian satu pohon yang tersisa ini diangkut mereka dari lahan sana, dari lokasi yang sebelah sana dibawa ke sini,โ€ katanya.ยป

๐—•๐˜‚๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—ฆ๐—ฒ๐—ธ๐—ฎ๐—ฑ๐—ฎ๐—ฟ ๐—ฃ๐—ผ๐—ต๐—ผ๐—ป

Bagi Rusman dan keluarga yang mengklaim lahan tersebut sebagai warisan, keberadaan pohon menjadi bagian dari gambaran kondisi lahan sebelum aktivitas penggarapan dilakukan.

Ketika pohon ditebang, yang hilang bukan hanya batang dan dahan.

Ada pula jejak fisik yang mungkin berkaitan dengan sejarah penguasaan lahan.

Apalagi jika pohon tersebut benar memiliki kedudukan khusus dalam hukum adat.

Keterangan Foto:
Kolase dokumentasi lokasi lahan di Daerah Gunung Bengkelaq, Kampung Muara Jawaq, Kecamatan Mook Manaar Bulatn, Kabupaten Kutai Barat. Kolase memperlihatkan sket/peta bidang yang tercantum atas nama โ€œRUSMAN CSโ€ dengan luas sekitar 6,012 hektare, tumpukan batang kayu yang telah ditebang, dokumentasi Rusman di lokasi, serta kondisi hamparan lahan yang telah mengalami pembukaan dan pembuatan akses jalan serta penanaman sawit.
Foto: Dokumentasi lapangan
Sumber: Dokumentasi/Rusman
Grafis: KawalKaltim.com/Annanda

Karena itu, pertanyaan publik tidak berhenti pada:

๐—ฆ๐—ถ๐—ฎ๐—ฝ๐—ฎ ๐˜†๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—บ๐—ฒ๐—ป๐—ฒ๐—ฏ๐—ฎ๐—ป๐—ด?

Tetapi berkembang menjadi:

๐—”๐—ฝ๐—ฎ๐—ธ๐—ฎ๐—ต ๐—ฎ๐—ฑ๐—ฎ ๐—ฝ๐—ฒ๐—ฟ๐˜€๐—ฒ๐˜๐˜‚๐—ท๐˜‚๐—ฎ๐—ป ๐—ฎ๐—ฑ๐—ฎ๐˜?

๐—”๐—ฝ๐—ฎ๐—ธ๐—ฎ๐—ต ๐—ฎ๐—ฑ๐—ฎ ๐—ฝ๐—ถ๐—ต๐—ฎ๐—ธ ๐˜†๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—บ๐—ฒ๐—บ๐—ถ๐—น๐—ถ๐—ธ๐—ถ ๐—ธ๐—ฒ๐˜„๐—ฒ๐—ป๐—ฎ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐—ป ๐—บ๐—ฒ๐—บ๐—ฏ๐—ฒ๐—ฟ๐—ถ๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—ถ๐˜‡๐—ถ๐—ป?

๐—”๐—ฝ๐—ฎ๐—ธ๐—ฎ๐—ต ๐—ฝ๐—ฒ๐—ป๐—ฒ๐—ฏ๐—ฎ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐—ป ๐˜๐—ฒ๐—ฟ๐˜€๐—ฒ๐—ฏ๐˜‚๐˜ ๐˜๐—ฒ๐—น๐—ฎ๐—ต ๐—บ๐—ฒ๐—น๐—ฎ๐—น๐˜‚๐—ถ ๐—บ๐—ฒ๐—ธ๐—ฎ๐—ป๐—ถ๐˜€๐—บ๐—ฒ ๐˜†๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—ฏ๐—ฒ๐—ฟ๐—น๐—ฎ๐—ธ๐˜‚?

Dan yang tidak kalah penting:

๐—”๐—ฝ๐—ฎ๐—ธ๐—ฎ๐—ต ๐—น๐—ผ๐—ธ๐—ฎ๐˜€๐—ถ ๐—ฝ๐—ฒ๐—ป๐—ฒ๐—ฏ๐—ฎ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐—ป ๐—บ๐—ฒ๐—บ๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—ฏ๐—ฒ๐—ฟ๐—ฎ๐—ฑ๐—ฎ ๐—ฝ๐—ฎ๐—ฑ๐—ฎ ๐—น๐—ฎ๐—ต๐—ฎ๐—ป ๐˜†๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐˜€๐—ฒ๐—ฐ๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ ๐˜€๐—ฎ๐—ต ๐˜๐—ฒ๐—น๐—ฎ๐—ต ๐—ฑ๐—ถ๐—ธ๐˜‚๐—ฎ๐˜€๐—ฎ๐—ถ ๐—ฝ๐—ถ๐—ต๐—ฎ๐—ธ ๐˜†๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—บ๐—ฒ๐—น๐—ฎ๐—ธ๐˜‚๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—ฝ๐—ฒ๐—ป๐—ด๐—ด๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ๐—ฝ๐—ฎ๐—ป?

๐—ž๐—ฒ๐˜๐—ถ๐—ธ๐—ฎ ๐—ฃ๐—ฒ๐—บ๐—ฏ๐—ฎ๐—ป๐—ด๐˜‚๐—ป๐—ฎ๐—ป ๐—•๐—ฒ๐—ฟ๐—ต๐—ฎ๐—ฑ๐—ฎ๐—ฝ๐—ฎ๐—ป ๐—ฑ๐—ฒ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐—ป ๐—”๐—ฑ๐—ฎ๐˜

Persoalan Muara Jawaq menjadi menarik karena mempertemukan beberapa kepentingan sekaligus.

Di satu sisi terdapat klaim tanah warisan keluarga.

Di sisi lain terdapat aktivitas penggarapan yang disebut berkaitan dengan kepentingan perusahaan.

Kemudian ada persoalan pohon benggeris yang oleh masyarakat disebut memiliki nilai adat.

Jika seluruh keterangan tersebut nantinya terbukti melalui dokumen dan pemeriksaan lapangan, maka persoalan ini tidak lagi dapat dipandang semata sebagai pembukaan lahan.

Ada dimensi pertanahan.

Ada dimensi sosial.

Ada dimensi lingkungan.

Dan ada pula dimensi adat.

Pemerintah maupun lembaga adat memiliki ruang untuk menjelaskan duduk perkara tersebut secara terang.

Sebab pembangunan fasilitas perusahaan seharusnya tidak meninggalkan pertanyaan mengenai status lahan dan perlindungan terhadap nilai adat masyarakat setempat.

Sementara itu, ๐— ๐—ฎ๐—ป๐—ฎ๐—ท๐—ฒ๐—บ๐—ฒ๐—ป ๐—ฃ๐—ง ๐—ž๐—ฒ๐˜๐—ฎ๐—ฝ๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—›๐—ถ๐—ท๐—ฎ๐˜‚ ๐—Ÿ๐—ฒ๐˜€๐˜๐—ฎ๐—ฟ๐—ถ (๐—ž๐—›๐—Ÿ), ๐—”๐—ฏ๐—ฑ๐˜‚๐—น ๐— ๐—ฎ๐—ท๐—ถ๐—ฑ, saat dikonfirmasi Kawalkaltim.com melalui whatsapp pada Selasa (15/9/2026), belum memberikan pernyataan resmi terkait dugaan penggarapan lahan maupun penebangan pohon tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh penjelasan resmi dari pihak perusahaan mengenai dasar penggarapan lahan, status kepemilikan atau penguasaan lahan, serta proses perizinan yang menjadi dasar kegiatan di lokasi tersebut.

๐—ก๐—ฒ๐˜๐—ถ๐˜‡๐—ฒ๐—ป, ๐—•๐—ฎ๐—ด๐—ฎ๐—ถ๐—บ๐—ฎ๐—ป๐—ฎ ๐— ๐—ฒ๐—ป๐˜‚๐—ฟ๐˜‚๐˜ ๐—”๐—ป๐—ฑ๐—ฎ?

Jika benar pohon benggeris memiliki perlindungan adat, ๐—ฎ๐—ฝ๐—ฎ๐—ธ๐—ฎ๐—ต ๐—ฝ๐—ฒ๐—ป๐—ฒ๐—ฏ๐—ฎ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐—ป๐—ป๐˜†๐—ฎ ๐—ต๐—ฎ๐—ฟ๐˜‚๐˜€ ๐˜๐—ฒ๐—ฟ๐—น๐—ฒ๐—ฏ๐—ถ๐—ต ๐—ฑ๐—ฎ๐—ต๐˜‚๐—น๐˜‚ ๐—บ๐—ฒ๐—ป๐—ฑ๐—ฎ๐—ฝ๐—ฎ๐˜ ๐—ฝ๐—ฒ๐—ฟ๐˜€๐—ฒ๐˜๐˜‚๐—ท๐˜‚๐—ฎ๐—ป ๐—น๐—ฒ๐—บ๐—ฏ๐—ฎ๐—ด๐—ฎ ๐—ฎ๐˜๐—ฎ๐˜‚ ๐—ฝ๐—ฒ๐—บ๐—ฎ๐—ป๐—ด๐—ธ๐˜‚ ๐—ฎ๐—ฑ๐—ฎ๐˜?

Atau apakah status perlindungan tersebut perlu dibuktikan terlebih dahulu melalui dokumen adat dan aturan daerah?

๐—ฆ๐—ถ๐—น๐—ฎ๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐˜๐˜‚๐—น๐—ถ๐˜€๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—ฝ๐—ฒ๐—ป๐—ฑ๐—ฎ๐—ฝ๐—ฎ๐˜ ๐—”๐—ป๐—ฑ๐—ฎ ๐—ฑ๐—ถ ๐—ธ๐—ผ๐—น๐—ผ๐—บ ๐—ธ๐—ผ๐—บ๐—ฒ๐—ป๐˜๐—ฎ๐—ฟ.

Kawalkaltim.com akan menelusuri lebih jauh dasar hukum, ketentuan adat serta pihak yang memiliki kewenangan atas pohon benggeris tersebut.

๐—–๐—ฎ๐˜๐—ฎ๐˜๐—ฎ๐—ป ๐—ฅ๐—ฒ๐—ฑ๐—ฎ๐—ธ๐˜€๐—ถ: Keterangan mengenai penebangan pohon, status adat benggeris, serta aktivitas penggarapan dalam berita ini merupakan keterangan yang disampaikan Rusman dan belum merupakan kesimpulan hukum. Redaksi masih melakukan verifikasi kepada lembaga adat, pemerintah daerah, instansi terkait, perusahaan dan pihak lainnya.

Editor Penulis : Annanda

Berita Terkait

Listrik Bontang Mendadak Terang Usai Didemo, Pengamat: PLN Harus Dievaluasi Total
Musda VI Golkar Kutai Barat Jadi Momentum Konsolidasi dan Penguatan Target Politik
Demokrat Kubar Turun ke Pasar, Parkir dan Kebersihan Jadi Perhatian
Demokrat Kubar Serap Aspirasi dari Lapangan, Masyarakat Diajak Aktif Bersuarะฐ
Demokrat Kubar Turun ke Pasar Jaras, Soroti Penataan Pasar dan Akses Modal UMKM
Demokrat Kubar Peduli Kebersihan Pasar, Fasilitas TPS Jadi Sorotan
Serap Aspirasi Pedagang, Demokrat Kubar Soroti Penataan Pasar ย Jaras Barong Tongkok
Demokrat Kubar Dorong Aspirasi Pedagang Ditindaklanjuti, UMKM Jadi Perhatian
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 07:25 WIB

Listrik Bontang Mendadak Terang Usai Didemo, Pengamat: PLN Harus Dievaluasi Total

Jumat, 18 September 2026 - 02:35 WIB

Benggeris Tumbang, Sejarah Lahan Dipertanyakan: Antara Warisan Keluarga dan Aktivitas Perusahaan

Minggu, 23 Agustus 2026 - 02:29 WIB

Musda VI Golkar Kutai Barat Jadi Momentum Konsolidasi dan Penguatan Target Politik

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 04:22 WIB

Demokrat Kubar Turun ke Pasar, Parkir dan Kebersihan Jadi Perhatian

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 04:19 WIB

Demokrat Kubar Serap Aspirasi dari Lapangan, Masyarakat Diajak Aktif Bersuarะฐ

Berita Terbaru