๐๐ฎ๐๐ฎ๐น๐ธ๐ฎ๐น๐๐ถ๐บ.๐ฐ๐ผ๐บ | ๐ฆ๐ฎ๐บ๐ฎ๐ฟ๐ถ๐ป๐ฑ๐ฎ โ Dermaga sejatinya adalah tempat kapal beristirahat sebelum kembali mengarungi lautan. Namun Sabtu siang itu, ketenangan pelabuhan berubah menjadi panggung kepanikan. Seperti seekor naga yang tiba-tiba terbangun dari tidurnya, lidah api muncul dari tubuh KM Prince Soya, mengingatkan bahwa di balik kokohnya baja dan mesin, selalu ada satu musuh yang tak pernah memilih waktu untuk datang: kelalaian ataupun musibah yang masih menunggu jawaban.
Insiden kebakaran terjadi di KM Prince Soya yang tengah bersandar di Pelabuhan Samarinda, Kalimantan Timur, Sabtu (1/8/2026) sekitar pukul 11.02 Wita. Api pertama kali terlihat membakar bagian dek sisi kanan kapal dan sempat memicu kepanikan di antara awak kapal serta petugas pelabuhan yang berada di sekitar lokasi.
Beruntung, respons cepat dilakukan sebelum kobaran api membesar. Awak kapal bersama petugas segera menggunakan alat pemadam api ringan (APAR), sehingga api dapat dikendalikan sembari menunggu kedatangan mobil pemadam kebakaran dari KSOP dan Pelindo. Sekitar 40 menit kemudian, api berhasil dipastikan padam sepenuhnya.
Kepala Seksi Keselamatan Berlayar dan Penjagaan Patroli (KBPP) Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Samarinda, Yuliansah, menjelaskan bahwa laporan pertama diterima petugas jaga pada pukul 11.02 Wita.
“๐๐ฆ๐ณ๐ธ๐ช๐ณ๐ข ๐ซ๐ข๐จ๐ข ๐ญ๐ข๐ฏ๐จ๐ด๐ถ๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ฉ๐ถ๐ฃ๐ถ๐ฏ๐จ๐ช ๐ฑ๐ช๐ฎ๐ฑ๐ช๐ฏ๐ข๐ฏ, ๐ต๐ฆ๐ณ๐ฎ๐ข๐ด๐ถ๐ฌ ๐ด๐ข๐บ๐ข, ๐ฌ๐ฆ๐ฎ๐ถ๐ฅ๐ช๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ช ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฌ๐ฐ๐ฐ๐ณ๐ฅ๐ช๐ฏ๐ข๐ด๐ช ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐๐ฆ๐ญ๐ช๐ฏ๐ฅ๐ฐ ๐ถ๐ฏ๐ต๐ถ๐ฌ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐บ๐ช๐ข๐ฑ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฐ๐ฃ๐ช๐ญ ๐ฑ๐ฆ๐ฎ๐ข๐ฅ๐ข๐ฎ. ๐๐๐๐ ๐ซ๐ถ๐จ๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ช๐ญ๐ช๐ฌ๐ช ๐ด๐ข๐ต๐ถ ๐ถ๐ฏ๐ช๐ต ๐ฎ๐ฐ๐ฃ๐ช๐ญ ๐ฅ๐ข๐ฎ๐ฌ๐ข๐ณ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ช๐ฌ๐ถ๐ต ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ข๐ฏ๐ต๐ถ ๐ฑ๐ณ๐ฐ๐ด๐ฆ๐ด ๐ฑ๐ฆ๐ฎ๐ข๐ฅ๐ข๐ฎ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ช ๐ฃ๐ข๐จ๐ช๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ฆ๐ฌ ๐ด๐ฆ๐ฃ๐ฆ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฌ๐ข๐ฏ๐ข๐ฏ ๐๐ ๐๐ณ๐ช๐ฏ๐ค๐ฆ ๐๐ฐ๐บ๐ข,” ujar Yuliansah.
Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan. Dugaan sementara mengarah pada tangki yang berisi oli, namun otoritas pelabuhan belum ingin menarik kesimpulan sebelum seluruh proses investigasi selesai dilakukan.
“๐๐ฏ๐ต๐ถ๐ฌ ๐ด๐ฆ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ต๐ข๐ณ๐ข ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ช ๐ฎ๐ข๐ด๐ช๐ฉ ๐ฎ๐ฆ๐ญ๐ข๐ฌ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฑ๐ฆ๐ฏ๐บ๐ฆ๐ญ๐ช๐ฅ๐ช๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ฌ๐ข๐ช๐ต ๐ฑ๐ฆ๐ฏ๐บ๐ฆ๐ฃ๐ข๐ฃ ๐ฌ๐ฆ๐ซ๐ข๐ฅ๐ช๐ข๐ฏ. ๐๐ฏ๐ฅ๐ช๐ฌ๐ข๐ด๐ช ๐ข๐ธ๐ข๐ญ๐ฏ๐บ๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ข๐ฏ๐จ ๐ต๐ข๐ฏ๐จ๐ฌ๐ช ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ช๐ด๐ช ๐ฐ๐ญ๐ช ๐ต๐ฆ๐ณ๐ฃ๐ข๐ฌ๐ข๐ณ, ๐ต๐ฆ๐ต๐ข๐ฑ๐ช ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ช ๐ฃ๐ฆ๐ญ๐ถ๐ฎ ๐ฃ๐ช๐ด๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ข๐ด๐ต๐ช๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฑ๐ฆ๐ฏ๐บ๐ฆ๐ฃ๐ข๐ฃ๐ฏ๐บ๐ข ๐ฌ๐ข๐ณ๐ฆ๐ฏ๐ข ๐ฎ๐ข๐ด๐ช๐ฉ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ถ๐ฏ๐จ๐จ๐ถ ๐ฉ๐ข๐ด๐ช๐ญ ๐ฑ๐ฆ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ช๐ฌ๐ด๐ข๐ข๐ฏ,” katanya.
Yuliansah juga belum dapat memastikan apakah aktivitas pengelasan yang sedang berlangsung di kapal memiliki kaitan dengan munculnya api.
“๐๐ข๐ฎ๐ช ๐ฃ๐ฆ๐ญ๐ถ๐ฎ ๐ฃ๐ช๐ด๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐บ๐ข๐ต๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฉ๐ข๐ญ ๐ช๐ต๐ถ. ๐๐ข๐ฏ๐ต๐ช ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ช๐ญ๐ข๐ฌ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฑ๐ฆ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ช๐ฌ๐ด๐ข๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ช๐ต๐ข ๐ข๐ค๐ข๐ณ๐ข. ๐๐ข๐ณ๐ช ๐ฉ๐ข๐ด๐ช๐ญ ๐ช๐ต๐ถ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ช๐ฌ๐ฆ๐ต๐ข๐ฉ๐ถ๐ช ๐ฑ๐ฆ๐ฏ๐บ๐ฆ๐ฃ๐ข๐ฃ ๐ฑ๐ข๐ด๐ต๐ช ๐ด๐ฆ๐ณ๐ต๐ข ๐ข๐ฑ๐ข๐ฌ๐ข๐ฉ ๐ข๐ฅ๐ข ๐ฌ๐ฆ๐ญ๐ข๐ญ๐ข๐ช๐ข๐ฏ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฌ๐ช๐ฃ๐ข๐ต๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ฆ๐ฃ๐ข๐ฌ๐ข๐ณ๐ข๐ฏ,” ujarnya.
Saat insiden terjadi, KM Prince Soya berada dalam kondisi sandar dan belum mengangkut penumpang. Kapal tersebut sedianya dijadwalkan berlayar menuju Parepare pada Minggu (2/8/2026) pukul 14.00 Wita.
Akibat kejadian tersebut, jadwal pelayaran dipastikan dibatalkan. KM Prince Soya akan ditarik ke dok untuk menjalani pemeriksaan teknis dan perbaikan menyeluruh sebelum kembali dioperasikan. Sementara itu, pihak operator kapal masih menyusun skema pelayanan bagi calon penumpang yang telah memesan tiket secara daring, termasuk mempertimbangkan kemungkinan penyediaan kapal pengganti.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa keselamatan pelayaran bukan sekadar daftar prosedur yang ditempel di dinding kapal. Ia harus hidup dalam setiap pengawasan, setiap pemeriksaan, dan setiap keputusan yang diambil sebelum kapal meninggalkan dermaga.
Sebab dalam ironi dunia pelayaran, sering kali alarm baru dianggap penting setelah asap membumbung ke langit. Satire paling pahitnya adalah ketika keselamatan baru menjadi perhatian utama setelah api lebih dahulu menyampaikan peringatannya. Laut memang menyimpan banyak tantangan, tetapi musibah di dermaga seharusnya tidak pernah menjadi cerita yang terus berulang.
Penulis : Masruji B
Editor : Annanda






