Belanja APBD Kubar Baru 25,51 Persen, DPRD Lontarkan 40 Rekomendasi: Alarm Keras untuk Percepatan Pembangunan

Rabu, 5 Agustus 2026 - 05:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan Foto – Dokumen Istimewa:
Penyerahan dokumen rekomendasi DPRD Kutai Barat terhadap Laporan Realisasi Semester Pertama APBD dan Prognosis Enam Bulan Berikutnya Tahun Anggaran 2026 dalam Rapat Paripurna Istimewa III DPRD Kutai Barat di Sendawar, Selasa (4/8/2026). DPRD memberikan 40 rekomendasi kepada Pemerintah Kabupaten Kutai Barat sebagai evaluasi untuk mendorong percepatan serapan anggaran, pembangunan daerah, serta peningkatan kualitas pelayanan publik. (Dok. Kawalkaltim.com/AminYS)

Keterangan Foto – Dokumen Istimewa: Penyerahan dokumen rekomendasi DPRD Kutai Barat terhadap Laporan Realisasi Semester Pertama APBD dan Prognosis Enam Bulan Berikutnya Tahun Anggaran 2026 dalam Rapat Paripurna Istimewa III DPRD Kutai Barat di Sendawar, Selasa (4/8/2026). DPRD memberikan 40 rekomendasi kepada Pemerintah Kabupaten Kutai Barat sebagai evaluasi untuk mendorong percepatan serapan anggaran, pembangunan daerah, serta peningkatan kualitas pelayanan publik. (Dok. Kawalkaltim.com/AminYS)

Kawalkaltim.com | SENDAWAR – Sebuah kapal yang telah penuh bekal tak akan pernah mencapai pelabuhan jika sauhnya tak kunjung diangkat. Begitulah gambaran perjalanan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kutai Barat pada Semester Pertama Tahun Anggaran 2026. Pendapatan mulai mengalir, tetapi laju belanja justru masih berjalan perlahan, menyisakan pertanyaan besar tentang efektivitas pelaksanaan pembangunan yang dinanti masyarakat.

Sorotan itu mengemuka dalam Rapat Paripurna Istimewa III DPRD Kutai Barat, Selasa (4/8/2026), saat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Barat menyampaikan rekomendasi terhadap Laporan Realisasi Semester Pertama APBD dan Prognosis Enam Bulan Berikutnya Tahun Anggaran 2026.

Hasil pembahasan Panitia Khusus (Pansus) menunjukkan realisasi pendapatan daerah telah mencapai 43,57 persen dari target APBD. Namun, capaian tersebut belum diikuti dengan penyerapan belanja yang memadai. Hingga semester pertama, realisasi belanja daerah baru mencapai 25,51 persen, sedangkan belanja modal yang menjadi motor utama pembangunan fisik baru terealisasi 2,10 persen dari total pagu anggaran.

Menurut DPRD, kondisi tersebut menunjukkan sebagian besar program dan kegiatan masih akan bertumpu pada sisa waktu pelaksanaan tahun anggaran. Karena itu, pemerintah daerah dinilai perlu mengambil langkah-langkah strategis yang terencana, terukur, dan terkendali agar target pembangunan daerah hingga akhir tahun dapat diwujudkan.

Menyampaikan rekomendasi DPRD dalam rapat paripurna, Anggota DPRD Kutai Barat, Adrianus, menegaskan bahwa rekomendasi tersebut merupakan bagian dari evaluasi agar pelaksanaan APBD pada semester berikutnya berjalan lebih efektif.

“Rekomendasi ini diharapkan menjadi perhatian dan ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah dalam rangka meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan, efektivitas pengelolaan keuangan daerah, kualitas pelayanan publik, serta percepatan pembangunan daerah demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat Kubar,” kata Adrianus.

Tak hanya mencatat rendahnya serapan anggaran, Pansus DPRD juga menemukan berbagai persoalan yang hampir merata di sejumlah perangkat daerah. Mulai dari lambatnya proses pengadaan barang dan jasa, keterlambatan pekerjaan fisik, panjangnya proses administrasi, hingga belum optimalnya koordinasi antarlembaga pemerintah.

Bagi DPRD, persoalan tersebut bukan lagi sekadar hambatan teknis di masing-masing organisasi perangkat daerah. Masalah itu dinilai mencerminkan perlunya pembenahan menyeluruh, mulai dari kualitas perencanaan, penyusunan anggaran, pelaksanaan program, hingga sistem pengendalian APBD.

Sebagai tindak lanjut hasil evaluasi tersebut, DPRD Kutai Barat merumuskan 40 rekomendasi yang terbagi dalam empat bidang strategis, yakni pengelolaan fiskal daerah, pelaksanaan APBD, tata kelola pemerintahan dan kelembagaan, serta pelayanan publik dan pembangunan daerah.

Pada sektor pengelolaan fiskal, DPRD meminta Pemerintah Kabupaten Kutai Barat mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi terkait penyaluran pendapatan transfer, meningkatkan kualitas perencanaan pembiayaan daerah, serta mengurangi ketergantungan terhadap pemanfaatan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) sebagai sumber pembiayaan.

Sementara pada bidang pelaksanaan APBD, DPRD menekankan pentingnya percepatan realisasi belanja, khususnya belanja modal yang berkaitan langsung dengan pembangunan infrastruktur dan peningkatan pelayanan publik. Pemerintah daerah juga diminta mempercepat proses pengadaan barang dan jasa, mengevaluasi paket pekerjaan yang belum berjalan, memperkuat monitoring dan evaluasi oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), serta menyusun langkah percepatan pelaksanaan kegiatan secara berkala.

Rendahnya realisasi belanja pada semester pertama kini menjadi pekerjaan rumah besar bagi Pemerintah Kabupaten Kutai Barat. Empat puluh rekomendasi yang disampaikan DPRD bukan sekadar daftar administrasi, melainkan peta jalan agar roda pembangunan kembali berputar lebih cepat dan manfaat APBD benar-benar dirasakan masyarakat sebelum kalender anggaran menutup lembar terakhirnya.

Pada akhirnya, waktu tidak pernah berhenti menunggu. Ia terus berjalan mengetuk pintu setiap program yang belum terlaksana, seolah mengingatkan bahwa setiap rupiah anggaran yang tertahan adalah harapan masyarakat yang masih menunggu untuk diwujudkan.

Penulis            : Amin YS

Editor             : Annanda

Berita Terkait

Musda VI Golkar Kutai Barat Jadi Momentum Konsolidasi dan Penguatan Target Politik
Demokrat Kubar Turun ke Pasar, Parkir dan Kebersihan Jadi Perhatian
Demokrat Kubar Serap Aspirasi dari Lapangan, Masyarakat Diajak Aktif Bersuarа
Demokrat Kubar Turun ke Pasar Jaras, Soroti Penataan Pasar dan Akses Modal UMKM
Demokrat Kubar Peduli Kebersihan Pasar, Fasilitas TPS Jadi Sorotan
Serap Aspirasi Pedagang, Demokrat Kubar Soroti Penataan Pasar  Jaras Barong Tongkok
Demokrat Kubar Dorong Aspirasi Pedagang Ditindaklanjuti, UMKM Jadi Perhatian
Dari Pasar Jaras Barong Tongkok, Demokrat Kubar Bawa Aspirasi UMKM ke Pemerintah
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 02:29 WIB

Musda VI Golkar Kutai Barat Jadi Momentum Konsolidasi dan Penguatan Target Politik

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 04:22 WIB

Demokrat Kubar Turun ke Pasar, Parkir dan Kebersihan Jadi Perhatian

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 04:19 WIB

Demokrat Kubar Serap Aspirasi dari Lapangan, Masyarakat Diajak Aktif Bersuarа

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 03:40 WIB

Demokrat Kubar Turun ke Pasar Jaras, Soroti Penataan Pasar dan Akses Modal UMKM

Jumat, 21 Agustus 2026 - 15:38 WIB

Demokrat Kubar Peduli Kebersihan Pasar, Fasilitas TPS Jadi Sorotan

Berita Terbaru