Kawalkaltim.com – Ada kalanya sebuah sungai bukan sekadar aliran air, melainkan cermin kehidupan. Sungai Mahakam ibarat seorang raksasa tua yang sesekali tersenyum tenang, namun di lain waktu mengamuk tanpa aba-aba. Ketika ia mengangkat permukaan air atau tiba-tiba surut, bukan hanya tepian sungai yang berubah wajah, tetapi juga denyut pelayanan air bersih yang menjadi kebutuhan ribuan masyarakat. Di balik derasnya arus itu, ada perjuangan yang nyaris tak terlihat, yakni menjaga agar setiap tetes air yang mengalir ke rumah-rumah warga tetap layak digunakan.
Fluktuasi tinggi muka air Sungai Mahakam hingga kini masih menjadi tantangan serius bagi Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Sendawar Kabupaten Kutai Barat dalam menjaga stabilitas proses pengolahan air bersih bagi pelanggan.
Direktur Perumdam Tirta Sendawar, Untung Surapati, mengungkapkan perubahan debit air yang terjadi secara tiba-tiba memberikan dampak besar terhadap kinerja Instalasi Pengolahan Air (IPA) Royoq. Situasi tersebut semakin berat karena fasilitas pengolahan air yang ada saat ini telah memasuki fase yang membutuhkan rehabilitasi.
Menurut Untung, setiap perubahan tinggi muka air Sungai Mahakam mengharuskan petugas segera melakukan penyesuaian proses pengolahan agar kualitas air yang diproduksi tetap memenuhi standar sebelum didistribusikan kepada masyarakat.
“Dan itu sangat berpengaruh, apalagi fluktuatif Mahakam itu yang tiba-tiba naik, tiba-tiba turun, itu berpengaruh sekali terhadap pengolahan kita,” kata Untung Surapati, Jumat (31/7/2026).
Ia menjelaskan bahwa perubahan kondisi sungai sering kali datang tanpa dapat diprediksi, terutama ketika terjadi pada malam hari. Walaupun petugas piket tetap melakukan pemantauan, dinamika debit air yang berlangsung secara mendadak terkadang membuat proses penyesuaian tidak bisa dilakukan seketika.
“Anak-anak piket juga tidak 24 jam juga mereka melek kan. Mungkin ada kelewatan sedikit. Nah, ya begitu-begitu pengaruh itu,” ujarnya.
Kondisi tersebut, lanjut Untung, menjadi salah satu faktor yang menyebabkan distribusi air kepada pelanggan belum selalu berjalan secara stabil. Oleh sebab itu, rehabilitasi IPA Royoq dinilai menjadi kebutuhan mendesak agar sistem pengolahan air memiliki kemampuan yang lebih adaptif terhadap perubahan kualitas maupun tinggi muka air Sungai Mahakam.
Perumdam Tirta Sendawar berharap peningkatan fasilitas pengolahan air dapat memperkuat pelayanan kepada masyarakat, sehingga pasokan air bersih tetap terjaga meski sumber air baku terus mengalami perubahan akibat fluktuasi alam yang sulit diprediksi.
Pada akhirnya, air bersih bukan sekadar komoditas pelayanan publik, melainkan hak dasar masyarakat yang menuntut kepastian. Ironisnya, ketika alam terus menguji kesiapan infrastruktur, justru fasilitas yang menopang kebutuhan hidup banyak orang masih menunggu sentuhan pembenahan. Satire terbesar bukanlah ketika Sungai Mahakam berubah-ubah, sebab itu memang tabiat alam, melainkan apabila manusia terus menunda perbaikan hingga setiap kran yang mengering berubah menjadi pengingat bahwa persoalan yang diketahui sejak lama tak kunjung diselesaikan. Sebab pelayanan publik sejatinya tidak diukur dari seberapa keras alasan diucapkan, melainkan seberapa nyata solusi diwujudkan.
Penulis : Amin YS
Editor : Annanda






