Mahakam yang Tak Pernah Diam, Perumdam Tirta Sendawar Berjuang Menjaga Setetes Kepercayaan Warga

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 17:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Proses perbaikan dan pemeliharaan fasilitas Instalasi Pengolahan Air (IPA) Royoq milik Perumdam Tirta Sendawar, Kutai Barat. Fluktuasi tinggi muka air Sungai Mahakam menjadi salah satu tantangan utama dalam menjaga stabilitas pengolahan air bersih, sehingga rehabilitasi fasilitas dinilai penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. (Dok. Perumdam Tirta Sendawar/Kawalkaltim.com)

Proses perbaikan dan pemeliharaan fasilitas Instalasi Pengolahan Air (IPA) Royoq milik Perumdam Tirta Sendawar, Kutai Barat. Fluktuasi tinggi muka air Sungai Mahakam menjadi salah satu tantangan utama dalam menjaga stabilitas pengolahan air bersih, sehingga rehabilitasi fasilitas dinilai penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. (Dok. Perumdam Tirta Sendawar/Kawalkaltim.com)

Kawalkaltim.com – Ada kalanya sebuah sungai bukan sekadar aliran air, melainkan cermin kehidupan. Sungai Mahakam ibarat seorang raksasa tua yang sesekali tersenyum tenang, namun di lain waktu mengamuk tanpa aba-aba. Ketika ia mengangkat permukaan air atau tiba-tiba surut, bukan hanya tepian sungai yang berubah wajah, tetapi juga denyut pelayanan air bersih yang menjadi kebutuhan ribuan masyarakat. Di balik derasnya arus itu, ada perjuangan yang nyaris tak terlihat, yakni menjaga agar setiap tetes air yang mengalir ke rumah-rumah warga tetap layak digunakan.

Fluktuasi tinggi muka air Sungai Mahakam hingga kini masih menjadi tantangan serius bagi Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Sendawar Kabupaten Kutai Barat dalam menjaga stabilitas proses pengolahan air bersih bagi pelanggan.

Direktur Perumdam Tirta Sendawar, Untung Surapati, mengungkapkan perubahan debit air yang terjadi secara tiba-tiba memberikan dampak besar terhadap kinerja Instalasi Pengolahan Air (IPA) Royoq. Situasi tersebut semakin berat karena fasilitas pengolahan air yang ada saat ini telah memasuki fase yang membutuhkan rehabilitasi.

Menurut Untung, setiap perubahan tinggi muka air Sungai Mahakam mengharuskan petugas segera melakukan penyesuaian proses pengolahan agar kualitas air yang diproduksi tetap memenuhi standar sebelum didistribusikan kepada masyarakat.

Dan itu sangat berpengaruh, apalagi fluktuatif Mahakam itu yang tiba-tiba naik, tiba-tiba turun, itu berpengaruh sekali terhadap pengolahan kita,” kata Untung Surapati, Jumat (31/7/2026).

Ia menjelaskan bahwa perubahan kondisi sungai sering kali datang tanpa dapat diprediksi, terutama ketika terjadi pada malam hari. Walaupun petugas piket tetap melakukan pemantauan, dinamika debit air yang berlangsung secara mendadak terkadang membuat proses penyesuaian tidak bisa dilakukan seketika.

“Anak-anak piket juga tidak 24 jam juga mereka melek kan. Mungkin ada kelewatan sedikit. Nah, ya begitu-begitu pengaruh itu,” ujarnya.

Kondisi tersebut, lanjut Untung, menjadi salah satu faktor yang menyebabkan distribusi air kepada pelanggan belum selalu berjalan secara stabil. Oleh sebab itu, rehabilitasi IPA Royoq dinilai menjadi kebutuhan mendesak agar sistem pengolahan air memiliki kemampuan yang lebih adaptif terhadap perubahan kualitas maupun tinggi muka air Sungai Mahakam.

Perumdam Tirta Sendawar berharap peningkatan fasilitas pengolahan air dapat memperkuat pelayanan kepada masyarakat, sehingga pasokan air bersih tetap terjaga meski sumber air baku terus mengalami perubahan akibat fluktuasi alam yang sulit diprediksi.

Pada akhirnya, air bersih bukan sekadar komoditas pelayanan publik, melainkan hak dasar masyarakat yang menuntut kepastian. Ironisnya, ketika alam terus menguji kesiapan infrastruktur, justru fasilitas yang menopang kebutuhan hidup banyak orang masih menunggu sentuhan pembenahan. Satire terbesar bukanlah ketika Sungai Mahakam berubah-ubah, sebab itu memang tabiat alam, melainkan apabila manusia terus menunda perbaikan hingga setiap kran yang mengering berubah menjadi pengingat bahwa persoalan yang diketahui sejak lama tak kunjung diselesaikan. Sebab pelayanan publik sejatinya tidak diukur dari seberapa keras alasan diucapkan, melainkan seberapa nyata solusi diwujudkan.

Penulis            : Amin YS

Editor             : Annanda

Berita Terkait

Operasi Antik Mahakam 2026 Sapu Bersih Jaringan Narkoba, 17 Tersangka Digelandang Polres Kutai Barat
Bukan Sekadar Wisata, Bertemu Hiu Paus di Derawan Adalah Pelajaran Menghormati Alam
El Nino Jadi Alarm Keras, Dalkarbun Sejumlah Perusahaan Sawit di Paser Masih Belum Memenuhi Standar
Di Balik Seragam Pengabdi Kesehatan, Polisi Bongkar Dugaan Kurir Sabu Senilai Rp1,56 Miliar
Sawah Berau Didorong Tak Pernah Kosong, Kementan Perkuat Langkah Menuju Swasembada Pangan
Honor Guru Diduga Dipotong, Penyidik Sisir Disdikbud Kukar hingga Tengah Malam
Dapur Berdiri, Kepastian Menghilang: Mitra MBG Paser Tagih Pembayaran Rp3,5 Miliar ke BGN
Shalat Subuh Jadi Celah, Residivis Asal Morowali Gasak Motor Jamaah, Dibekuk Saat Kabur ke Sangatta
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 10:57 WIB

Operasi Antik Mahakam 2026 Sapu Bersih Jaringan Narkoba, 17 Tersangka Digelandang Polres Kutai Barat

Minggu, 2 Agustus 2026 - 04:53 WIB

Bukan Sekadar Wisata, Bertemu Hiu Paus di Derawan Adalah Pelajaran Menghormati Alam

Minggu, 2 Agustus 2026 - 04:41 WIB

El Nino Jadi Alarm Keras, Dalkarbun Sejumlah Perusahaan Sawit di Paser Masih Belum Memenuhi Standar

Minggu, 2 Agustus 2026 - 04:35 WIB

Di Balik Seragam Pengabdi Kesehatan, Polisi Bongkar Dugaan Kurir Sabu Senilai Rp1,56 Miliar

Minggu, 2 Agustus 2026 - 04:21 WIB

Sawah Berau Didorong Tak Pernah Kosong, Kementan Perkuat Langkah Menuju Swasembada Pangan

Berita Terbaru