Pertamina Pangkas Harga Pertamax dan Turbo, Mobilitas Warga Balikpapan Berpeluang Lebih Ringan

Senin, 3 Agustus 2026 - 13:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan Foto:
Petugas melayani pengisian BBM di salah satu SPBU Pertamina di Balikpapan. Mulai 1 Agustus 2026, PT Pertamina Patra Niaga resmi menurunkan harga BBM non-subsidi, dengan Pertamax menjadi Rp16.300 per liter dan Pertamax Turbo turun menjadi Rp18.700 per liter, sementara harga BBM subsidi tetap stabil. Foto: Ilustrasi/Pertamina.(Dok.Kawalkaltim.com/Rudiantoro)

Keterangan Foto: Petugas melayani pengisian BBM di salah satu SPBU Pertamina di Balikpapan. Mulai 1 Agustus 2026, PT Pertamina Patra Niaga resmi menurunkan harga BBM non-subsidi, dengan Pertamax menjadi Rp16.300 per liter dan Pertamax Turbo turun menjadi Rp18.700 per liter, sementara harga BBM subsidi tetap stabil. Foto: Ilustrasi/Pertamina.(Dok.Kawalkaltim.com/Rudiantoro)

Kawalkaltim.com, BALIKPAPAN – Seperti embun pagi yang perlahan meredakan panas setelah kemarau panjang, penurunan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi pada awal Agustus 2026 menjadi kabar yang disambut lega oleh masyarakat Balikpapan. Di tengah dinamika biaya hidup, setiap rupiah yang berhasil dihemat menjadi secercah harapan bagi para pengendara yang setiap hari bergantung pada kendaraan untuk mencari nafkah maupun menjalankan aktivitas.

PT Pertamina Patra Niaga resmi melakukan penyesuaian harga BBM non-subsidi yang mulai berlaku pada 1 Agustus 2026. Berdasarkan informasi resmi yang dipublikasikan melalui situs Pertamina Patra Niaga, sejumlah produk gasoline mengalami penurunan harga.

Pertamax kini dipasarkan seharga Rp16.300 per liter, turun dari harga sebelumnya Rp16.650 per liter. Sementara itu, untuk pembelian melalui Pertashop, harga Pertamax juga mengalami penyesuaian dari Rp16.550 menjadi Rp16.200 per liter.

Penurunan paling signifikan terjadi pada Pertamax Turbo. Produk dengan nilai oktan lebih tinggi tersebut turun Rp1.050 per liter, dari semula Rp19.750 menjadi Rp18.700 per liter.

Di sisi lain, harga BBM jenis diesel non-subsidi tidak mengalami perubahan. Dexlite tetap dipasarkan dengan harga Rp20.150 per liter, sedangkan Pertamina Dex masih bertahan di angka Rp21.650 per liter.

Kabar baik juga datang bagi masyarakat pengguna BBM bersubsidi. Pemerintah memastikan harga tetap stabil tanpa adanya penyesuaian. Pertalite masih dijual seharga Rp10.000 per liter, sedangkan Bio Solar tetap berada di angka Rp6.800 per liter.

Melalui informasi resmi tersebut, masyarakat diimbau untuk terus memantau perkembangan harga BBM melalui kanal resmi Pertamina agar memperoleh informasi yang akurat terkait setiap penyesuaian harga.

Penurunan harga BBM non-subsidi ini diharapkan mampu membantu mengurangi beban biaya transportasi masyarakat, khususnya di Balikpapan dan wilayah sekitarnya. Selain itu, Pertamina juga terus mengingatkan masyarakat agar menggunakan jenis bahan bakar yang sesuai dengan spesifikasi kendaraan demi menjaga performa mesin tetap optimal.

Di penghujungnya, angka-angka pada papan harga di setiap stasiun pengisian seolah berbisik kepada para pengendara bahwa setiap penyesuaian bukan sekadar perubahan nominal, melainkan denyut kecil yang ikut menggerakkan roda ekonomi dan perjalanan masyarakat dari satu tujuan menuju harapan berikutnya.

Penulis            : Rudiantoro

Editor             : Annanda

Berita Terkait

Listrik Bontang Mendadak Terang Usai Didemo, Pengamat: PLN Harus Dievaluasi Total
Benggeris Tumbang, Sejarah Lahan Dipertanyakan: Antara Warisan Keluarga dan Aktivitas Perusahaan
Musda VI Golkar Kutai Barat Jadi Momentum Konsolidasi dan Penguatan Target Politik
Demokrat Kubar Turun ke Pasar, Parkir dan Kebersihan Jadi Perhatian
Demokrat Kubar Serap Aspirasi dari Lapangan, Masyarakat Diajak Aktif Bersuarа
Demokrat Kubar Turun ke Pasar Jaras, Soroti Penataan Pasar dan Akses Modal UMKM
Demokrat Kubar Peduli Kebersihan Pasar, Fasilitas TPS Jadi Sorotan
Serap Aspirasi Pedagang, Demokrat Kubar Soroti Penataan Pasar  Jaras Barong Tongkok
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 07:25 WIB

Listrik Bontang Mendadak Terang Usai Didemo, Pengamat: PLN Harus Dievaluasi Total

Jumat, 18 September 2026 - 02:35 WIB

Benggeris Tumbang, Sejarah Lahan Dipertanyakan: Antara Warisan Keluarga dan Aktivitas Perusahaan

Minggu, 23 Agustus 2026 - 02:29 WIB

Musda VI Golkar Kutai Barat Jadi Momentum Konsolidasi dan Penguatan Target Politik

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 04:22 WIB

Demokrat Kubar Turun ke Pasar, Parkir dan Kebersihan Jadi Perhatian

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 04:19 WIB

Demokrat Kubar Serap Aspirasi dari Lapangan, Masyarakat Diajak Aktif Bersuarа

Berita Terbaru