WFH ASN Disorot DPRD Balikpapan: Jangan Sampai Jadi “Libur Terselubung”

Senin, 6 April 2026 - 10:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan: Anggota Komisi I DPRD Kota Balikpapan, Iwan Wahyudi. (Dok:Kawalkaltim)

Keterangan: Anggota Komisi I DPRD Kota Balikpapan, Iwan Wahyudi. (Dok:Kawalkaltim)

Balikpapan, Kawalkaltim.com – Rencana penerapan kebijakan work from home (WFH) di lingkungan Pemerintah Kota Balikpapan menuai sorotan tajam dari DPRD. Kebijakan yang digadang sebagai langkah adaptif ini dinilai berpotensi menimbulkan persoalan serius jika tidak diterapkan secara terukur.

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan mengingatkan, pelaksanaan WFH tidak boleh sedikit pun mengganggu kualitas pelayanan publik, terutama pada sektor-sektor vital yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Anggota Komisi I DPRD Kota Balikpapan, Iwan Wahyudi, menegaskan bahwa orientasi utama dalam setiap kebijakan birokrasi harus tetap berpijak pada kepentingan masyarakat.

“Yang paling penting, pelayanan dasar kepada masyarakat jangan sampai terganggu. Pendidikan, kesehatan itu harus tetap berjalan seperti biasa,” ujarnya, Senin (06/04/2026).

Menurutnya, penerapan WFH harus dilakukan secara selektif dan proporsional. Pegawai yang tidak memiliki tugas pelayanan langsung dinilai lebih tepat menjalankan sistem kerja jarak jauh, sementara unit layanan publik tetap wajib beroperasi secara maksimal.

Sejumlah lini pelayanan seperti kelurahan, kecamatan, layanan perizinan hingga puskesmas diminta tidak terpengaruh oleh kebijakan tersebut. DPRD menilai, sektor-sektor ini merupakan wajah utama pemerintah di mata masyarakat.

Iwan juga mengingatkan adanya potensi persepsi negatif di tengah publik jika WFH tidak dikelola dengan disiplin dan pengawasan ketat.

“Jangan sampai nanti pelayanan jadi lebih panjang prosesnya. Kemudian jangan juga ada kesan ini menjadi liburan terselubung, pegawai malah tidak bekerja atau tidak produktif,” tegasnya.

Lebih jauh, DPRD memastikan akan terus melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap implementasi kebijakan ini. Aspirasi masyarakat akan menjadi salah satu tolok ukur utama dalam menilai efektivitas WFH di lingkungan pemerintahan.

“Kita akan sama-sama evaluasi, termasuk mendengar masukan dari masyarakat. Yang jelas pelayanan dasar harus tetap optimal,” tambahnya.

Di sisi lain, DPRD Kota Balikpapan menegaskan bahwa kinerja kelembagaan mereka tetap berjalan normal tanpa menerapkan WFH secara penuh. Koordinasi dan komunikasi tetap dijaga melalui skema kerja fleksibel, termasuk pemanfaatan teknologi digital.

“Kita tetap kerja, bisa lewat komunikasi daring seperti WhatsApp,” pungkasnya.

Penulis      : Rudiantoro

Editor        : Annanda

Berita Terkait

Akhirnya Penetapan Tersangka Dinyatakan Tidak Sah, Yahya Tonang Sebut Sejarah Baru Praperadilan di Kutai Barat
Jalur Ferry Long Bagun Jadi Pintu Sabu, Tim 12 Satgas Citarum BAIS TNI Bekuk Pengedar Tujuan Mess PLTA
Menyisir Jejak APBD: Polisi Geledah BPBD Kutai Barat dalam Kasus Dugaan Penyimpangan Anggaran
DPR RI Diminta Turun ke Kutai Barat, Persoalan Plasma Sawit hingga Dugaan Kriminalisasi Warga Jadi Sorotan
𝐇𝐮𝐤𝐮𝐦 𝐌𝐞𝐧𝐞𝐦𝐮𝐤𝐚𝐧 𝐉𝐞𝐣𝐚𝐤𝐧𝐲𝐚: 𝐏𝐞𝐧𝐠𝐮𝐧𝐠𝐤𝐚𝐩𝐚𝐧 𝐂𝐞𝐩𝐚𝐭 𝐊𝐚𝐬𝐮𝐬 𝐁𝐞𝐠𝐚𝐥 𝐉𝐚𝐝𝐢 𝐁𝐮𝐤𝐭𝐢 𝐊𝐞𝐬𝐢𝐠𝐚𝐩𝐚𝐧 𝐏𝐨𝐥𝐫𝐞𝐬 𝐊𝐮𝐛𝐚𝐫
𝐁𝐮𝐝𝐢 𝐏𝐞𝐫𝐦𝐚𝐧𝐭𝐨 𝐁𝐞𝐛𝐚𝐬, 𝐏𝐮𝐛𝐥𝐢𝐤 𝐊𝐞𝐦𝐛𝐚𝐥𝐢 𝐌𝐞𝐧𝐠𝐮𝐣𝐢 𝐖𝐚𝐣𝐚𝐡 𝐊𝐞𝐚𝐝𝐢𝐥𝐚𝐧 𝐝𝐢 𝐊𝐮𝐭𝐚𝐢 𝐁𝐚𝐫𝐚𝐭
“Di Mana Keadilan di Negeri Ini?” — Tangis Anak Yatim Pecah Saat Lahan Keluarganya Digarap PT NPR
Putusan Pengadilan Sudah Terbit, Kompensasi Belum Dibayar: Warga Dilang Putih Bersuara
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 04:06 WIB

Akhirnya Penetapan Tersangka Dinyatakan Tidak Sah, Yahya Tonang Sebut Sejarah Baru Praperadilan di Kutai Barat

Selasa, 23 Juni 2026 - 15:37 WIB

Jalur Ferry Long Bagun Jadi Pintu Sabu, Tim 12 Satgas Citarum BAIS TNI Bekuk Pengedar Tujuan Mess PLTA

Selasa, 9 Juni 2026 - 18:54 WIB

Menyisir Jejak APBD: Polisi Geledah BPBD Kutai Barat dalam Kasus Dugaan Penyimpangan Anggaran

Rabu, 3 Juni 2026 - 09:01 WIB

DPR RI Diminta Turun ke Kutai Barat, Persoalan Plasma Sawit hingga Dugaan Kriminalisasi Warga Jadi Sorotan

Selasa, 26 Mei 2026 - 17:52 WIB

𝐁𝐮𝐝𝐢 𝐏𝐞𝐫𝐦𝐚𝐧𝐭𝐨 𝐁𝐞𝐛𝐚𝐬, 𝐏𝐮𝐛𝐥𝐢𝐤 𝐊𝐞𝐦𝐛𝐚𝐥𝐢 𝐌𝐞𝐧𝐠𝐮𝐣𝐢 𝐖𝐚𝐣𝐚𝐡 𝐊𝐞𝐚𝐝𝐢𝐥𝐚𝐧 𝐝𝐢 𝐊𝐮𝐭𝐚𝐢 𝐁𝐚𝐫𝐚𝐭

Berita Terbaru

Ilustrasi

Nasional

BNI Perkuat Arah Perbankan Masa Depan Lewat Strategi ESG

Senin, 1 Jun 2026 - 05:03 WIB