Mahulu di Ambang Krisis BBM, Antrean Mengular dan Aktivitas Terancam Lumpuh

Senin, 6 April 2026 - 02:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolres Mahakam Ulu AKBP Eko Alamsyah menegaskan perlunya penambahan kuota BBM guna mengatasi antrean dan kelangkaan di sejumlah titik distribusi.(Dok: Kawalkaltim.com/Amin)

Kapolres Mahakam Ulu AKBP Eko Alamsyah menegaskan perlunya penambahan kuota BBM guna mengatasi antrean dan kelangkaan di sejumlah titik distribusi.(Dok: Kawalkaltim.com/Amin)

Mahulu, Kawalkaltim.com – Tekanan terhadap kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Mahakam Ulu kian terasa. Lonjakan aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat dalam beberapa waktu terakhir memicu peningkatan konsumsi yang signifikan, sementara pasokan yang tersedia belum mampu mengimbanginya.

Situasi ini mulai memunculkan gejala krisis di lapangan. Di sejumlah titik distribusi, kekosongan BBM kerap terjadi, memicu antrean panjang dan menghambat aktivitas warga. Sektor transportasi, distribusi logistik, hingga pelaku usaha kecil menjadi pihak yang paling terdampak.

Tak hanya berasal dari konsumsi masyarakat, peningkatan kebutuhan BBM juga dipicu oleh aktivitas pihak eksternal, termasuk perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut. Bahkan, kegiatan yang berkaitan dengan program strategis nasional turut menyerap pasokan dalam jumlah besar, mempersempit ruang distribusi untuk kebutuhan publik.

Kapolres Mahakam Ulu, AKBP Eko Alamsyah, menegaskan bahwa kondisi ini telah memberikan tekanan serius terhadap kuota BBM yang tersedia.

“Situasi ini menyebabkan tekanan pada kuota BBM yang tersedia bagi masyarakat. Akibatnya, distribusi yang seharusnya mencukupi kebutuhan harian menjadi tidak seimbang dan memicu antrean panjang hingga kelangkaan,” ungkapnya, Senin (06/04/2026).

Ia menjelaskan, keterlibatan perusahaan dalam penggunaan BBM untuk operasional turut berkontribusi terhadap kekosongan bahan bakar di lapangan. Kondisi ini dinilai berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi masyarakat jika tidak segera diantisipasi.

Meski demikian, langkah mitigasi mulai disiapkan. Pihak perusahaan disebut akan memenuhi kebutuhan BBM secara mandiri guna mengurangi tekanan terhadap kuota masyarakat.

“Perusahaan akan menjalin kontrak dengan agen BBM di Samarinda untuk memastikan kebutuhan operasional proyek terpenuhi tanpa mengganggu jatah masyarakat,” jelasnya.

Di tengah kondisi tersebut, kebutuhan akan kebijakan strategis dari pemerintah menjadi semakin mendesak. Penambahan kuota BBM dinilai sebagai langkah krusial untuk menjaga stabilitas distribusi energi sekaligus memastikan roda perekonomian di Mahakam Ulu tetap berjalan.

Tanpa intervensi yang cepat dan tepat, kelangkaan BBM bukan hanya menjadi persoalan distribusi semata, tetapi dapat berkembang menjadi ancaman serius bagi keberlangsungan aktivitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di wilayah perbatasan tersebut.

Penulis: Amin YS

Editor : Annanda

Berita Terkait

Akhirnya Penetapan Tersangka Dinyatakan Tidak Sah, Yahya Tonang Sebut Sejarah Baru Praperadilan di Kutai Barat
Jalur Ferry Long Bagun Jadi Pintu Sabu, Tim 12 Satgas Citarum BAIS TNI Bekuk Pengedar Tujuan Mess PLTA
Menyisir Jejak APBD: Polisi Geledah BPBD Kutai Barat dalam Kasus Dugaan Penyimpangan Anggaran
𝐇𝐮𝐤𝐮𝐦 𝐌𝐞𝐧𝐞𝐦𝐮𝐤𝐚𝐧 𝐉𝐞𝐣𝐚𝐤𝐧𝐲𝐚: 𝐏𝐞𝐧𝐠𝐮𝐧𝐠𝐤𝐚𝐩𝐚𝐧 𝐂𝐞𝐩𝐚𝐭 𝐊𝐚𝐬𝐮𝐬 𝐁𝐞𝐠𝐚𝐥 𝐉𝐚𝐝𝐢 𝐁𝐮𝐤𝐭𝐢 𝐊𝐞𝐬𝐢𝐠𝐚𝐩𝐚𝐧 𝐏𝐨𝐥𝐫𝐞𝐬 𝐊𝐮𝐛𝐚𝐫
𝐁𝐮𝐝𝐢 𝐏𝐞𝐫𝐦𝐚𝐧𝐭𝐨 𝐁𝐞𝐛𝐚𝐬, 𝐏𝐮𝐛𝐥𝐢𝐤 𝐊𝐞𝐦𝐛𝐚𝐥𝐢 𝐌𝐞𝐧𝐠𝐮𝐣𝐢 𝐖𝐚𝐣𝐚𝐡 𝐊𝐞𝐚𝐝𝐢𝐥𝐚𝐧 𝐝𝐢 𝐊𝐮𝐭𝐚𝐢 𝐁𝐚𝐫𝐚𝐭
“Di Mana Keadilan di Negeri Ini?” — Tangis Anak Yatim Pecah Saat Lahan Keluarganya Digarap PT NPR
Putusan Pengadilan Sudah Terbit, Kompensasi Belum Dibayar: Warga Dilang Putih Bersuara
Kuota Batu Bara Dipangkas, Ribuan Buruh Tambang Kaltim Terancam Tumbang
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 04:06 WIB

Akhirnya Penetapan Tersangka Dinyatakan Tidak Sah, Yahya Tonang Sebut Sejarah Baru Praperadilan di Kutai Barat

Selasa, 23 Juni 2026 - 15:37 WIB

Jalur Ferry Long Bagun Jadi Pintu Sabu, Tim 12 Satgas Citarum BAIS TNI Bekuk Pengedar Tujuan Mess PLTA

Selasa, 9 Juni 2026 - 18:54 WIB

Menyisir Jejak APBD: Polisi Geledah BPBD Kutai Barat dalam Kasus Dugaan Penyimpangan Anggaran

Selasa, 26 Mei 2026 - 17:52 WIB

𝐁𝐮𝐝𝐢 𝐏𝐞𝐫𝐦𝐚𝐧𝐭𝐨 𝐁𝐞𝐛𝐚𝐬, 𝐏𝐮𝐛𝐥𝐢𝐤 𝐊𝐞𝐦𝐛𝐚𝐥𝐢 𝐌𝐞𝐧𝐠𝐮𝐣𝐢 𝐖𝐚𝐣𝐚𝐡 𝐊𝐞𝐚𝐝𝐢𝐥𝐚𝐧 𝐝𝐢 𝐊𝐮𝐭𝐚𝐢 𝐁𝐚𝐫𝐚𝐭

Sabtu, 23 Mei 2026 - 15:55 WIB

“Di Mana Keadilan di Negeri Ini?” — Tangis Anak Yatim Pecah Saat Lahan Keluarganya Digarap PT NPR

Berita Terbaru

Ilustrasi

Nasional

BNI Perkuat Arah Perbankan Masa Depan Lewat Strategi ESG

Senin, 1 Jun 2026 - 05:03 WIB