Hari Kedua Pencarian Rahmat, Laut dan Hutan Bakau Disisir Tanpa Henti

Senin, 6 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim gabungan terus melakukan pencarian terhadap Rahmat, bocah asal Bulungan yang dilaporkan hilang di Pantai Ulingan, Pulau Derawan, Senin (06/04/2026).

Tim gabungan terus melakukan pencarian terhadap Rahmat, bocah asal Bulungan yang dilaporkan hilang di Pantai Ulingan, Pulau Derawan, Senin (06/04/2026).

Berau, Kawalkaltim.com – Operasi pencarian terhadap Rahmat (10), bocah asal Bulungan, Kalimantan Utara, yang dilaporkan hilang di kawasan Pantai Ulingan, Kecamatan Pulau Derawan, memasuki fase krusial pada Senin (06/04/2026).

Memasuki hari kedua pencarian, tim gabungan meningkatkan intensitas operasi dengan memperluas area penyisiran. Fokus pencarian tak lagi berada di titik awal korban dilaporkan hilang pada Minggu (05/04/2026) sore, melainkan telah menjangkau wilayah yang lebih luas.

Garis pantai, perairan terbuka, hingga kawasan hutan bakau di sekitar Pantai Ulingan kini menjadi sasaran penyisiran. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi kemungkinan korban terbawa arus laut yang cukup kuat di wilayah tersebut.

Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Disdamkarmat Berau, Nofian Hidayat, menegaskan bahwa upaya pencarian dilakukan secara maksimal dengan mengerahkan berbagai sumber daya.

“Pencarian hari ini diperluas hingga radius 2 mil laut dan akan terus dimaksimalkan,” ujar Nofian, pada Senin (06/04/2026).

Dalam operasi ini, tim penyelamat tidak hanya mengandalkan satu metode. Berbagai teknik pencarian diterapkan secara simultan guna memperbesar peluang menemukan korban.

Mulai dari pengamatan visual di permukaan laut melalui metode open water dan survival, hingga penyelaman di titik-titik yang dianggap krusial. Tak hanya itu, metode tradisional juga turut digunakan sebagai langkah tambahan.

“Tim menggunakan empat metode pencarian sekaligus, yakni visual open water, visual survival, penyelaman (diving) di titik lokasi, serta metode tradisional seperti memancing, rawai, dan jaring,” jelas Nofian.

Operasi kemanusiaan ini melibatkan sinergi lintas instansi yang solid. Personel dari TNI-Polri, Basarnas, PMI Berau, BPBD Berau, hingga Disdamkarmat turun langsung ke lapangan. Mereka juga dibantu oleh relawan dari Mapala serta masyarakat Kampung Teluk Semanting yang mengenal medan pencarian dengan baik.

Kondisi alam yang dinamis, termasuk arus laut dan medan perairan yang kompleks, menjadi tantangan tersendiri dalam proses pencarian. Meski demikian, tim tetap berpacu dengan waktu demi memberikan kepastian bagi keluarga korban.

Hingga berita ini diturunkan, Rahmat masih belum ditemukan. Upaya pencarian terus dilanjutkan dengan harapan besar agar korban segera ditemukan.

“Harapannya korban bisa segera ditemukan, apapun kondisinya. Semoga dalam keadaan selamat,” pungkasnya.

Penulis: Nur Hidayat R

Editor : Annanda

Berita Terkait

Setahun Berjalan Tanpa Izin Operasional, Tambang Batu-Batu Masuk Radar Polres Bontang
49 Ribu Warga Samarinda Terdampak, Pemprov Kaltim Bongkar Ketimpangan JKN
Modus Tangki Siluman Terungkap, Polda Kaltim Ringkus Pelaku Penimbun BBM Subsidi
Bangkitkan Wisata yang Sempat Redup, Danau Tapal Kuda Gelar Lomba Mancing Meriah
Geger! Mayat Membusuk Ditemukan di Gunung Tabur, Polisi Selidiki Identitas Korban
Hibah Miliaran dari Daerah, Kapolda Kaltim Tegaskan: Penegakan Hukum Tetap Tegas
Bisnis Gelap BBM Subsidi di Kutai Barat Digulung Polisi, 38 Jirigen Pertalite Disita
Waspada! Modus Penipuan Berkedok OSS Marak di Bontang, Data Korban Diduga Dibobol

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 07:23 WIB

Setahun Berjalan Tanpa Izin Operasional, Tambang Batu-Batu Masuk Radar Polres Bontang

Minggu, 12 April 2026 - 07:11 WIB

49 Ribu Warga Samarinda Terdampak, Pemprov Kaltim Bongkar Ketimpangan JKN

Selasa, 7 April 2026 - 18:02 WIB

Modus Tangki Siluman Terungkap, Polda Kaltim Ringkus Pelaku Penimbun BBM Subsidi

Selasa, 7 April 2026 - 16:50 WIB

Bangkitkan Wisata yang Sempat Redup, Danau Tapal Kuda Gelar Lomba Mancing Meriah

Selasa, 7 April 2026 - 16:22 WIB

Geger! Mayat Membusuk Ditemukan di Gunung Tabur, Polisi Selidiki Identitas Korban

Berita Terbaru