Rudy Mas’ud Ungkap Alasan Pergantian Direksi Bankaltimtara

Jumat, 3 April 2026 - 16:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan Foto:
PERGANTIAN DIRUT BANKALTIMTARA – Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, menegaskan pergantian manajemen dilakukan akibat penurunan kinerja dan dampaknya pada pendapatan daerah. (Kawalkaltim.com/Amin)

Keterangan Foto: PERGANTIAN DIRUT BANKALTIMTARA – Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, menegaskan pergantian manajemen dilakukan akibat penurunan kinerja dan dampaknya pada pendapatan daerah. (Kawalkaltim.com/Amin)

Kawalkaltim.com, Samarinda – Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, angkat bicara terkait pergantian Direktur Utama dan jajaran komisaris Bankaltimtara (BPD Kaltim-Kaltara). Ia menegaskan, proses tersebut dilakukan melalui mekanisme seleksi terbuka dan profesional, bukan keputusan sepihak kepala daerah.

Pernyataan itu disampaikan Rudy usai memimpin Morning Briefing di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, Senin (30/3/2026). Ia menekankan, posisi strategis di lembaga perbankan daerah harus diisi oleh figur yang memiliki integritas, kompetensi, serta akuntabilitas tinggi.

“Bankaltimtara bukan bank kaleng-kaleng. Orangnya harus betul-betul qualified karena ini berkaitan dengan keuangan negara dan dampaknya bisa berskala nasional,” tegas Rudy.

Rudy juga menepis anggapan bahwa penunjukan direksi dan komisaris sepenuhnya berada di tangan kepala daerah. Ia menjelaskan, proses seleksi diawali oleh panitia seleksi independen, kemudian dilanjutkan dengan tahapan penilaian oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hingga penetapan akhir.

Lebih lanjut, Rudy mengungkapkan terdapat dua faktor utama yang melatarbelakangi pergantian tersebut. Pertama, adanya dugaan tindak pidana korupsi di wilayah Kalimantan Utara yang berkaitan dengan aset Bankaltimtara. Kedua, penurunan kinerja keuangan bank yang berdampak langsung terhadap pendapatan daerah.

“Dalam APBD Kaltim, proyeksi dividen dari Bankaltimtara sebesar Rp338 miliar, namun realisasinya hanya Rp191 miliar. Kondisi ini berdampak pada pendapatan daerah, sehingga penyesuaian melalui APBD Perubahan harus dilakukan,” jelasnya.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, lanjut Rudy, menginginkan manajemen baru yang mampu memperbaiki kinerja perusahaan serta mengembalikan kepercayaan publik terhadap Bankaltimtara sebagai bank pembangunan daerah.


Penulis: Amin

Editor : Annanda

Berita Terkait

Musda VI Golkar Kutai Barat Jadi Momentum Konsolidasi dan Penguatan Target Politik
Demokrat Kubar Turun ke Pasar, Parkir dan Kebersihan Jadi Perhatian
Demokrat Kubar Serap Aspirasi dari Lapangan, Masyarakat Diajak Aktif Bersuarа
Demokrat Kubar Turun ke Pasar Jaras, Soroti Penataan Pasar dan Akses Modal UMKM
Demokrat Kubar Peduli Kebersihan Pasar, Fasilitas TPS Jadi Sorotan
Serap Aspirasi Pedagang, Demokrat Kubar Soroti Penataan Pasar  Jaras Barong Tongkok
Demokrat Kubar Dorong Aspirasi Pedagang Ditindaklanjuti, UMKM Jadi Perhatian
Dari Pasar Jaras Barong Tongkok, Demokrat Kubar Bawa Aspirasi UMKM ke Pemerintah
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 02:29 WIB

Musda VI Golkar Kutai Barat Jadi Momentum Konsolidasi dan Penguatan Target Politik

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 04:22 WIB

Demokrat Kubar Turun ke Pasar, Parkir dan Kebersihan Jadi Perhatian

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 04:19 WIB

Demokrat Kubar Serap Aspirasi dari Lapangan, Masyarakat Diajak Aktif Bersuarа

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 03:40 WIB

Demokrat Kubar Turun ke Pasar Jaras, Soroti Penataan Pasar dan Akses Modal UMKM

Jumat, 21 Agustus 2026 - 15:38 WIB

Demokrat Kubar Peduli Kebersihan Pasar, Fasilitas TPS Jadi Sorotan

Berita Terbaru