Rencana Demonstrasi di Kaltim Menguat, DPRD Imbau Jaga Kondusivitas

Jumat, 17 April 2026 - 04:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan: Bantuan logistik terus berdatangan ke posko aksi menjelang demonstrasi 21 April 2026. (Kawalkaltim.com/Masruji B)

Keterangan: Bantuan logistik terus berdatangan ke posko aksi menjelang demonstrasi 21 April 2026. (Kawalkaltim.com/Masruji B)

Kawalkaltim.com, Samarinda – Rencana aksi demonstrasi yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa (21/4/2026) di Kalimantan Timur terus bergulir. Aksi ini muncul sebagai respons atas ketidakpuasan sebagian masyarakat terhadap sejumlah kebijakan Pemerintah Provinsi Kaltim di bawah kepemimpinan Gubernur Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Seno Aji.

Sejumlah posko aksi telah didirikan di berbagai titik di Samarinda, di antaranya di Jalan M Yamin, Jalan Milono, serta di area samping Kantor Gubernur Kaltim. Posko tersebut berfungsi sebagai pusat koordinasi sekaligus penyaluran logistik bagi peserta aksi.

Dari pantauan di lapangan, dukungan masyarakat terhadap aksi tersebut terus mengalir. Warga menyumbangkan berbagai kebutuhan, mulai dari makanan, minuman, hingga bantuan uang tunai. Donasi tidak hanya berasal dari Samarinda, tetapi juga datang dari sejumlah daerah lain seperti Balikpapan dan Tenggarong.

“Bentuknya beragam, mulai dari minuman, makanan ringan, nasi bungkus, hingga uang tunai,” ujar Koordinator Lapangan Aksi 21 April, Erly Sopiansyah.

Menurut Erly, ketersediaan logistik di posko saat ini dinilai cukup memadai. Stok air minum bahkan diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan lebih dari 1.000 peserta aksi. Selain itu, donasi dalam bentuk uang tunai juga terus bertambah.

Melalui metode pembayaran digital QRIS, jumlah donasi disebut telah mencapai lebih dari Rp20 juta, meskipun total keseluruhan masih dalam proses pendataan dan diperkirakan akan terus meningkat.

Tuntutan Aksi

Lebih lanjut, Erly menjelaskan bahwa tuntutan massa dalam aksi tersebut mengerucut pada tiga poin utama. Pertama, permintaan evaluasi terhadap kebijakan anggaran Pemerintah Provinsi Kaltim, khususnya terkait pengadaan mobil dinas senilai Rp8,5 miliar serta rencana renovasi rumah jabatan sebesar Rp25 miliar.

Kedua, desakan agar praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) dapat dicegah dan ditindak secara tegas. Ketiga, permintaan agar DPRD Kaltim menjalankan fungsi pengawasan secara optimal dan independen.

“Jangan sampai relasi keluarga memengaruhi kinerja pengawasan dewan secara profesional,” tegasnya.

Respons DPRD

Menanggapi rencana aksi tersebut, Anggota DPRD Kaltim Abdulloh mengimbau seluruh pihak untuk tetap menjaga kondusivitas daerah. Ia mengakui adanya beragam respons dari masyarakat, termasuk kritik yang berkembang di media sosial.

“Walaupun dihujat, itu bagian dari dinamika. Yang penting kita tetap menjaga kondusivitas,” ujarnya.

Abdulloh menegaskan bahwa DPRD pada prinsipnya menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, selama dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Demo tidak dilarang, menyampaikan aspirasi itu hak semua orang. Tapi kami mengimbau agar dilakukan dengan santun dan tidak anarkis,” katanya.

Terkait substansi tuntutan aksi, termasuk sorotan terhadap anggaran renovasi rumah jabatan, ia memilih tidak memberikan tanggapan lebih lanjut dan menyarankan agar hal tersebut dikonfirmasi langsung kepada pihak penggagas aksi.

Di tengah dinamika yang berkembang, DPRD Kaltim menyatakan komitmennya untuk tetap menjaga stabilitas dan ketertiban di wilayah Kalimantan Timur, terutama menjelang aksi yang diperkirakan akan melibatkan massa dalam jumlah besar.

Penulis: Masruji B

Editor  : Annanda

Berita Terkait

Akhirnya Penetapan Tersangka Dinyatakan Tidak Sah, Yahya Tonang Sebut Sejarah Baru Praperadilan di Kutai Barat
Jalur Ferry Long Bagun Jadi Pintu Sabu, Tim 12 Satgas Citarum BAIS TNI Bekuk Pengedar Tujuan Mess PLTA
Menyisir Jejak APBD: Polisi Geledah BPBD Kutai Barat dalam Kasus Dugaan Penyimpangan Anggaran
𝐇𝐮𝐤𝐮𝐦 𝐌𝐞𝐧𝐞𝐦𝐮𝐤𝐚𝐧 𝐉𝐞𝐣𝐚𝐤𝐧𝐲𝐚: 𝐏𝐞𝐧𝐠𝐮𝐧𝐠𝐤𝐚𝐩𝐚𝐧 𝐂𝐞𝐩𝐚𝐭 𝐊𝐚𝐬𝐮𝐬 𝐁𝐞𝐠𝐚𝐥 𝐉𝐚𝐝𝐢 𝐁𝐮𝐤𝐭𝐢 𝐊𝐞𝐬𝐢𝐠𝐚𝐩𝐚𝐧 𝐏𝐨𝐥𝐫𝐞𝐬 𝐊𝐮𝐛𝐚𝐫
𝐁𝐮𝐝𝐢 𝐏𝐞𝐫𝐦𝐚𝐧𝐭𝐨 𝐁𝐞𝐛𝐚𝐬, 𝐏𝐮𝐛𝐥𝐢𝐤 𝐊𝐞𝐦𝐛𝐚𝐥𝐢 𝐌𝐞𝐧𝐠𝐮𝐣𝐢 𝐖𝐚𝐣𝐚𝐡 𝐊𝐞𝐚𝐝𝐢𝐥𝐚𝐧 𝐝𝐢 𝐊𝐮𝐭𝐚𝐢 𝐁𝐚𝐫𝐚𝐭
“Di Mana Keadilan di Negeri Ini?” — Tangis Anak Yatim Pecah Saat Lahan Keluarganya Digarap PT NPR
Putusan Pengadilan Sudah Terbit, Kompensasi Belum Dibayar: Warga Dilang Putih Bersuara
Kuota Batu Bara Dipangkas, Ribuan Buruh Tambang Kaltim Terancam Tumbang
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 04:06 WIB

Akhirnya Penetapan Tersangka Dinyatakan Tidak Sah, Yahya Tonang Sebut Sejarah Baru Praperadilan di Kutai Barat

Selasa, 23 Juni 2026 - 15:37 WIB

Jalur Ferry Long Bagun Jadi Pintu Sabu, Tim 12 Satgas Citarum BAIS TNI Bekuk Pengedar Tujuan Mess PLTA

Selasa, 9 Juni 2026 - 18:54 WIB

Menyisir Jejak APBD: Polisi Geledah BPBD Kutai Barat dalam Kasus Dugaan Penyimpangan Anggaran

Selasa, 26 Mei 2026 - 17:52 WIB

𝐁𝐮𝐝𝐢 𝐏𝐞𝐫𝐦𝐚𝐧𝐭𝐨 𝐁𝐞𝐛𝐚𝐬, 𝐏𝐮𝐛𝐥𝐢𝐤 𝐊𝐞𝐦𝐛𝐚𝐥𝐢 𝐌𝐞𝐧𝐠𝐮𝐣𝐢 𝐖𝐚𝐣𝐚𝐡 𝐊𝐞𝐚𝐝𝐢𝐥𝐚𝐧 𝐝𝐢 𝐊𝐮𝐭𝐚𝐢 𝐁𝐚𝐫𝐚𝐭

Sabtu, 23 Mei 2026 - 15:55 WIB

“Di Mana Keadilan di Negeri Ini?” — Tangis Anak Yatim Pecah Saat Lahan Keluarganya Digarap PT NPR

Berita Terbaru

Ilustrasi

Nasional

BNI Perkuat Arah Perbankan Masa Depan Lewat Strategi ESG

Senin, 1 Jun 2026 - 05:03 WIB