Menanti Gelombang 21 April: 1.700 Aparat Disiagakan, Samarinda di Persimpangan Aspirasi

Sabtu, 18 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JELANG AKSI 21 APRIL — Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro memaparkan kesiapan 1.700 personel gabungan dalam menjaga kondusivitas wilayah Kaltim. (Dok: Kawalkaltim.com/Masruji)

JELANG AKSI 21 APRIL — Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro memaparkan kesiapan 1.700 personel gabungan dalam menjaga kondusivitas wilayah Kaltim. (Dok: Kawalkaltim.com/Masruji)

Kawalkaltim.com, Samarinda — Kota ini seperti sebuah panggung yang lampunya mulai dinyalakan perlahan. Di sudut-sudut jalan, denyutnya terasa berbeda—seperti genderang yang dipukul pelan, menandai datangnya sesuatu yang lebih besar. Samarinda tak sekadar menjadi ruang, tetapi arena tempat harapan, kegelisahan, dan suara rakyat bersiap bertemu dalam satu momentum.

Polda Kalimantan Timur menyiapkan 1.700 personel gabungan untuk mengamankan aksi unjuk rasa yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa (21/4/2026). Pengamanan dilakukan sebagai upaya menjaga agar jalannya demonstrasi tetap berlangsung aman, tertib, dan kondusif.

Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro menegaskan bahwa pihaknya menghormati hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat, sebagaimana dijamin oleh konstitusi. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa kebebasan tersebut harus berjalan seiring dengan tanggung jawab menjaga ketertiban umum.

“Kami menghormati penyampaian aspirasi karena dilindungi undang-undang, tetapi tetap harus menjaga keamanan dan menghormati hak orang lain,” ujarnya.

Menurutnya, pendekatan pengamanan akan mengedepankan langkah humanis melalui upaya preventif dan preemtif. Penegakan hukum, lanjut dia, akan ditempuh secara terukur apabila ditemukan pelanggaran di lapangan.

Aksi yang direncanakan berlangsung di dua titik—Kantor DPRD Kaltim pada pukul 10.00 WITA dan dilanjutkan ke Kantor Gubernur Kaltim—akan melibatkan berbagai unsur pengamanan, mulai dari TNI, Satpol PP, hingga tim kesehatan.

Kepolisian juga mengimbau para koordinator aksi untuk menjalin komunikasi yang baik guna meminimalisasi potensi gangguan, termasuk mengantisipasi kemungkinan adanya pihak-pihak yang mencoba mengambil keuntungan dari situasi.

Menjelang hari pelaksanaan, pergerakan massa mulai meningkat. Posko-posko koordinasi bermunculan di sejumlah titik strategis, seperti Jalan M. Yamin, Jalan Milono, dan kawasan sekitar Kantor Gubernur, menandai konsolidasi yang kian menguat.

Koordinator lapangan, Erly Sopiansyah, mengungkapkan bahwa dukungan datang dari berbagai daerah, termasuk Balikpapan dan Tenggarong. Bantuan yang mengalir tidak hanya berupa logistik, tetapi juga donasi digital yang terus bertambah.

“Donasi melalui QRIS sudah lebih dari Rp20 juta dan masih bertambah,” ujarnya.

Dalam aksi tersebut, massa mengusung tiga tuntutan utama: evaluasi anggaran pengadaan mobil dinas dan renovasi rumah jabatan, pemberantasan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme, serta mendesak DPRD Kaltim menjalankan fungsi pengawasan secara independen.

Aksi 21 April diperkirakan menjadi salah satu demonstrasi terbesar di Samarinda dalam beberapa waktu terakhir—sebuah momentum yang bukan hanya menguji kesiapan aparat, tetapi juga kedewasaan publik dalam berdemokrasi.

Di ujungnya, riuh yang akan terjadi mungkin tak sepenuhnya sunyi dari gesekan. Namun, seperti air yang mencari jalannya sendiri, aspirasi publik diharapkan tetap mengalir dalam alur yang lebih tertata—menemukan muaranya tanpa harus meluap menjadi sesuatu yang tak diinginkan.

Penulis: Masruji B

Editor  : Annanda

Berita Terkait

Akhirnya Penetapan Tersangka Dinyatakan Tidak Sah, Yahya Tonang Sebut Sejarah Baru Praperadilan di Kutai Barat
Jalur Ferry Long Bagun Jadi Pintu Sabu, Tim 12 Satgas Citarum BAIS TNI Bekuk Pengedar Tujuan Mess PLTA
Menyisir Jejak APBD: Polisi Geledah BPBD Kutai Barat dalam Kasus Dugaan Penyimpangan Anggaran
𝐇𝐮𝐤𝐮𝐦 𝐌𝐞𝐧𝐞𝐦𝐮𝐤𝐚𝐧 𝐉𝐞𝐣𝐚𝐤𝐧𝐲𝐚: 𝐏𝐞𝐧𝐠𝐮𝐧𝐠𝐤𝐚𝐩𝐚𝐧 𝐂𝐞𝐩𝐚𝐭 𝐊𝐚𝐬𝐮𝐬 𝐁𝐞𝐠𝐚𝐥 𝐉𝐚𝐝𝐢 𝐁𝐮𝐤𝐭𝐢 𝐊𝐞𝐬𝐢𝐠𝐚𝐩𝐚𝐧 𝐏𝐨𝐥𝐫𝐞𝐬 𝐊𝐮𝐛𝐚𝐫
𝐁𝐮𝐝𝐢 𝐏𝐞𝐫𝐦𝐚𝐧𝐭𝐨 𝐁𝐞𝐛𝐚𝐬, 𝐏𝐮𝐛𝐥𝐢𝐤 𝐊𝐞𝐦𝐛𝐚𝐥𝐢 𝐌𝐞𝐧𝐠𝐮𝐣𝐢 𝐖𝐚𝐣𝐚𝐡 𝐊𝐞𝐚𝐝𝐢𝐥𝐚𝐧 𝐝𝐢 𝐊𝐮𝐭𝐚𝐢 𝐁𝐚𝐫𝐚𝐭
“Di Mana Keadilan di Negeri Ini?” — Tangis Anak Yatim Pecah Saat Lahan Keluarganya Digarap PT NPR
Putusan Pengadilan Sudah Terbit, Kompensasi Belum Dibayar: Warga Dilang Putih Bersuara
Kuota Batu Bara Dipangkas, Ribuan Buruh Tambang Kaltim Terancam Tumbang

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 04:06 WIB

Akhirnya Penetapan Tersangka Dinyatakan Tidak Sah, Yahya Tonang Sebut Sejarah Baru Praperadilan di Kutai Barat

Selasa, 23 Juni 2026 - 15:37 WIB

Jalur Ferry Long Bagun Jadi Pintu Sabu, Tim 12 Satgas Citarum BAIS TNI Bekuk Pengedar Tujuan Mess PLTA

Selasa, 9 Juni 2026 - 18:54 WIB

Menyisir Jejak APBD: Polisi Geledah BPBD Kutai Barat dalam Kasus Dugaan Penyimpangan Anggaran

Selasa, 26 Mei 2026 - 17:52 WIB

𝐁𝐮𝐝𝐢 𝐏𝐞𝐫𝐦𝐚𝐧𝐭𝐨 𝐁𝐞𝐛𝐚𝐬, 𝐏𝐮𝐛𝐥𝐢𝐤 𝐊𝐞𝐦𝐛𝐚𝐥𝐢 𝐌𝐞𝐧𝐠𝐮𝐣𝐢 𝐖𝐚𝐣𝐚𝐡 𝐊𝐞𝐚𝐝𝐢𝐥𝐚𝐧 𝐝𝐢 𝐊𝐮𝐭𝐚𝐢 𝐁𝐚𝐫𝐚𝐭

Sabtu, 23 Mei 2026 - 15:55 WIB

“Di Mana Keadilan di Negeri Ini?” — Tangis Anak Yatim Pecah Saat Lahan Keluarganya Digarap PT NPR

Berita Terbaru

Ilustrasi

Nasional

BNI Perkuat Arah Perbankan Masa Depan Lewat Strategi ESG

Senin, 1 Jun 2026 - 05:03 WIB