Sungai Kenyamukan Kembali Menelan Ketakutan, Bocah 13 Tahun Selamat dari Gigitan Buaya

Kamis, 14 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan Foto:
Korban serangan buaya, Andi Alifiansyah (13), saat menjalani penanganan medis di RSPKT Sangatta usai mengalami luka robek pada kaki kiri akibat diterkam buaya di kawasan Dermaga Baru Kenyamukan, Sangatta Utara, Rabu (13/5/2026). (Dok. Kawalkaltim.com/Kurniansyah)

Keterangan Foto: Korban serangan buaya, Andi Alifiansyah (13), saat menjalani penanganan medis di RSPKT Sangatta usai mengalami luka robek pada kaki kiri akibat diterkam buaya di kawasan Dermaga Baru Kenyamukan, Sangatta Utara, Rabu (13/5/2026). (Dok. Kawalkaltim.com/Kurniansyah)

Kawalkaltim.com, Sangatta — Sore di Dermaga Baru Kenyamukan semula tampak seperti lukisan masa kecil yang damai. Anak-anak berlari mengejar angin, sementara langit menjadi arena tarung layangan yang saling menari. Namun di balik tenangnya air sungai, bahaya seolah bersembunyi seperti predator dalam dongeng kelam yang menunggu kelengahan manusia. Rabu sore (13/5/2026), suasana riang itu mendadak berubah menjadi kepanikan ketika seekor buaya menerkam seorang pelajar SMP di kawasan Sungai Kenyamukan, Desa Sangatta Utara, Kecamatan Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur.

Korban diketahui bernama Andi Alifiansyah (13), siswa kelas VII SMPN 1 Sangatta Selatan. Ia mengalami luka robek serius pada bagian kaki kiri akibat gigitan buaya saat bermain layangan bersama rekan-rekannya di sekitar Dermaga Kenyamukan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden mengerikan itu terjadi sekitar pukul 15.30 Wita. Saat itu korban bersama teman-temannya tengah bermain layangan di area dermaga. Nahas, layangan milik Andi putus dan jatuh ke sungai kecil di kawasan tersebut.

Tanpa menyadari ancaman yang mengintai, korban turun ke air dengan kedalaman diperkirakan sekitar satu meter untuk mengambil layangannya. Namun tiba-tiba seekor buaya muncul dari dalam air dan langsung menggigit kaki kiri korban.

Suasana berubah mencekam. Teriakan histeris korban memecah ketenangan dermaga. Salah satu rekan korban, Muhammad Aidil, spontan berlari mendekat dan berusaha menarik tubuh Andi ke tepian sungai.

Dalam situasi penuh kepanikan itu, Aidil melihat buaya masih menggigit kaki korban dan nyaris menyeret tubuh bocah tersebut ke dalam air. Beruntung, beberapa saat kemudian reptil ganas itu melepaskan gigitannya dan kembali menyelam ke sungai.

Warga dan pengunjung dermaga yang mengetahui kejadian tersebut langsung memberikan pertolongan. Tak lama berselang, ambulans PMI tiba di lokasi dan segera mengevakuasi korban ke RSPKT Sangatta untuk mendapatkan penanganan medis intensif.

Sementara itu, ibu korban, Fitrah, mengaku syok saat menerima kabar anaknya diterkam buaya. Saat kejadian, dirinya tengah berjualan di pasar sebelum didatangi teman korban yang memberitahukan peristiwa tersebut.

Mendapat laporan kejadian, personel Sat Polairud Polres Kutai Timur bersama jajaran terkait langsung bergerak cepat melakukan penanganan awal, mengumpulkan keterangan saksi, serta memastikan korban memperoleh bantuan medis secepatnya.

Kapolres Kutai Timur, Fauzan Arianto, menyatakan peristiwa tersebut menjadi perhatian serius pihak kepolisian dan meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar sungai.

“Peristiwa ini menjadi perhatian serius bagi kami. Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama anak-anak agar tidak bermain terlalu dekat dengan sungai atau perairan yang rawan munculnya buaya. Syukur alhamdulillah korban berhasil diselamatkan dan saat ini sedang mendapatkan penanganan medis,” ujar AKBP Fauzan Arianto.

Kapolres juga menegaskan pihak kepolisian akan berkoordinasi dengan instansi terkait guna memperkuat langkah antisipasi dan keselamatan masyarakat di kawasan Dermaga Kenyamukan dan sekitarnya.

Hingga kini, kondisi korban masih menjalani penanganan medis di RSPKT Sangatta.

Kapolres Kutim Salurkan Tali Asih untuk Korban Terkaman Buaya

Kepedulian terhadap korban juga ditunjukkan jajaran Polres Kutai Timur. Melalui Kapolsek Sangatta Utara, Iptu Bambang Eko, Kapolres Kutim AKBP Fauzan Arianto memberikan tali asih dan dukungan moril kepada Andi Alifiansyah beserta keluarganya.

Keterangan Foto:
Kapolres Kutai Timur, Fauzan Arianto, melalui jajaran Polsek Sangatta Utara, Iptu Bambang Eko menyerahkan tali asih kepada keluarga Andi Alifiansyah (13), korban serangan buaya di Dermaga Baru Kenyamukan, saat menjalani perawatan di RSPKT Sangatta, Rabu (13/5/2026). (Dok. Kawalkaltim.com/Kurniansyah)

Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk empati Polri kepada masyarakat yang tengah tertimpa musibah, sekaligus memastikan korban mendapatkan penanganan medis yang layak.

Diketahui, Andi mengalami luka robek pada kaki kiri akibat gigitan buaya saat berusaha mengambil layangan yang jatuh ke sungai kecil di kawasan dermaga. Berkat kesigapan rekannya yang menarik tubuh korban ke tepian, Andi berhasil diselamatkan dari upaya buaya yang nyaris menyeretnya ke tengah sungai.

Kapolres Kutim AKBP Fauzan Arianto menegaskan bahwa kehadiran kepolisian bukan hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga memberikan dukungan kemanusiaan kepada warga yang mengalami musibah.

“Kami turut prihatin atas musibah yang dialami ananda Andi Alifiansyah. Semoga korban segera diberikan kesembuhan dan dapat kembali beraktivitas seperti sediakala. Tali asih ini merupakan bentuk kepedulian dan dukungan moril dari Polres Kutai Timur kepada korban dan keluarganya,” ujar AKBP Fauzan Arianto.

Ia kembali mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat berada di sekitar kawasan perairan yang menjadi habitat buaya, terutama anak-anak yang bermain tanpa pengawasan orang tua.

“Kami mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada dan tidak bermain atau beraktivitas terlalu dekat dengan sungai. Keselamatan harus menjadi prioritas bersama agar kejadian serupa tidak kembali terjadi,” tambahnya.

Peristiwa yang menghebohkan warga Sangatta itu kini menjadi pengingat keras bahwa ancaman satwa liar masih nyata di sejumlah kawasan perairan Kutai Timur. Sungai-sungai yang selama ini tampak tenang seakan menyimpan mata yang diam-diam mengawasi setiap langkah manusia di tepian. Air yang mengalir pelan itu kini seperti sedang berbisik kepada warga agar tidak lagi lengah terhadap bahaya yang sewaktu-waktu dapat muncul dari kedalamannya.

Penulis : Kurniansyah

Editor  : Annanda

Berita Terkait

Akhirnya Penetapan Tersangka Dinyatakan Tidak Sah, Yahya Tonang Sebut Sejarah Baru Praperadilan di Kutai Barat
Jalur Ferry Long Bagun Jadi Pintu Sabu, Tim 12 Satgas Citarum BAIS TNI Bekuk Pengedar Tujuan Mess PLTA
Menyisir Jejak APBD: Polisi Geledah BPBD Kutai Barat dalam Kasus Dugaan Penyimpangan Anggaran
𝐇𝐮𝐤𝐮𝐦 𝐌𝐞𝐧𝐞𝐦𝐮𝐤𝐚𝐧 𝐉𝐞𝐣𝐚𝐤𝐧𝐲𝐚: 𝐏𝐞𝐧𝐠𝐮𝐧𝐠𝐤𝐚𝐩𝐚𝐧 𝐂𝐞𝐩𝐚𝐭 𝐊𝐚𝐬𝐮𝐬 𝐁𝐞𝐠𝐚𝐥 𝐉𝐚𝐝𝐢 𝐁𝐮𝐤𝐭𝐢 𝐊𝐞𝐬𝐢𝐠𝐚𝐩𝐚𝐧 𝐏𝐨𝐥𝐫𝐞𝐬 𝐊𝐮𝐛𝐚𝐫
𝐁𝐮𝐝𝐢 𝐏𝐞𝐫𝐦𝐚𝐧𝐭𝐨 𝐁𝐞𝐛𝐚𝐬, 𝐏𝐮𝐛𝐥𝐢𝐤 𝐊𝐞𝐦𝐛𝐚𝐥𝐢 𝐌𝐞𝐧𝐠𝐮𝐣𝐢 𝐖𝐚𝐣𝐚𝐡 𝐊𝐞𝐚𝐝𝐢𝐥𝐚𝐧 𝐝𝐢 𝐊𝐮𝐭𝐚𝐢 𝐁𝐚𝐫𝐚𝐭
“Di Mana Keadilan di Negeri Ini?” — Tangis Anak Yatim Pecah Saat Lahan Keluarganya Digarap PT NPR
Putusan Pengadilan Sudah Terbit, Kompensasi Belum Dibayar: Warga Dilang Putih Bersuara
Kuota Batu Bara Dipangkas, Ribuan Buruh Tambang Kaltim Terancam Tumbang

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 04:06 WIB

Akhirnya Penetapan Tersangka Dinyatakan Tidak Sah, Yahya Tonang Sebut Sejarah Baru Praperadilan di Kutai Barat

Selasa, 23 Juni 2026 - 15:37 WIB

Jalur Ferry Long Bagun Jadi Pintu Sabu, Tim 12 Satgas Citarum BAIS TNI Bekuk Pengedar Tujuan Mess PLTA

Selasa, 9 Juni 2026 - 18:54 WIB

Menyisir Jejak APBD: Polisi Geledah BPBD Kutai Barat dalam Kasus Dugaan Penyimpangan Anggaran

Selasa, 26 Mei 2026 - 17:52 WIB

𝐁𝐮𝐝𝐢 𝐏𝐞𝐫𝐦𝐚𝐧𝐭𝐨 𝐁𝐞𝐛𝐚𝐬, 𝐏𝐮𝐛𝐥𝐢𝐤 𝐊𝐞𝐦𝐛𝐚𝐥𝐢 𝐌𝐞𝐧𝐠𝐮𝐣𝐢 𝐖𝐚𝐣𝐚𝐡 𝐊𝐞𝐚𝐝𝐢𝐥𝐚𝐧 𝐝𝐢 𝐊𝐮𝐭𝐚𝐢 𝐁𝐚𝐫𝐚𝐭

Sabtu, 23 Mei 2026 - 15:55 WIB

“Di Mana Keadilan di Negeri Ini?” — Tangis Anak Yatim Pecah Saat Lahan Keluarganya Digarap PT NPR

Berita Terbaru

Ilustrasi

Nasional

BNI Perkuat Arah Perbankan Masa Depan Lewat Strategi ESG

Senin, 1 Jun 2026 - 05:03 WIB