Terbongkar! MinyaKita Tak Sesuai Takaran di Balikpapan, Direktur Operasional Jadi Tersangka

Jumat, 17 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SITUS BARANG BUKTI — Direktur Reskrimsus Polda Kaltim, Kombes Pol Bambang Yugo Pamungkas menunjukkan sejumlah barang bukti minyak goreng MinyaKita saat konferensi pers pengungkapan kasus di Gedung Mahakam Polda Kaltim, Rabu 15 April 2026. (Kawalkaltim.com/Rudiantoro)

SITUS BARANG BUKTI — Direktur Reskrimsus Polda Kaltim, Kombes Pol Bambang Yugo Pamungkas menunjukkan sejumlah barang bukti minyak goreng MinyaKita saat konferensi pers pengungkapan kasus di Gedung Mahakam Polda Kaltim, Rabu 15 April 2026. (Kawalkaltim.com/Rudiantoro)

Kawalkaltim.com, Balikpapan — Dugaan pelanggaran perlindungan konsumen kembali mencuat di Kalimantan Timur. Peredaran minyak goreng merek MinyaKita di Kota Balikpapan terbukti tidak sesuai takaran, dan kini menyeret petinggi perusahaan ke ranah pidana.

Pengungkapan kasus ini disampaikan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kaltim dalam konferensi pers di Gedung Mahakam, Rabu (15/4/2026), yang dipimpin langsung Direktur Reskrimsus Kombes Pol Bambang Yugo Pamungkas, didampingi Kasubbid Penmas AKBP Musliadi Musatafa.

Kasus ini bermula dari inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Satgas Pangan Polda Kaltim bersama Dinas Perdagangan dan UPTD Metrologi Kota Balikpapan di Pasar Pandansari pada 11 Agustus 2025.

“Hasil pengujian menunjukkan minyak goreng kemasan 1 liter yang diproduksi PT JASM tidak sesuai dengan takaran yang tertera pada label,” ungkap Kombes Pol Bambang Yugo Pamungkas.

Dari lima sampel yang diuji, seluruhnya mengalami kekurangan volume. Temuan menunjukkan isi hanya berkisar antara 950 ml hingga 975 ml, atau berkurang sekitar 25 hingga 50 mililiter dari takaran seharusnya.

Temuan ini diperkuat hasil penelusuran rantai distribusi. Polisi memastikan tidak ada praktik kecurangan di tingkat pedagang maupun distributor.

“Dari alur distribusi, mulai dari toko di pasar hingga distributor, tidak ada yang melakukan perubahan isi. Dugaan kuat pengurangan terjadi saat proses produksi,” tegasnya.

Penyidik kemudian menetapkan satu tersangka berinisial MHF, yang menjabat sebagai Direktur Operasional sekaligus kuasa direksi PT JASM. Ia diduga bertanggung jawab atas produksi minyak goreng yang tidak memenuhi standar takaran tersebut.

Berdasarkan hasil penyidikan, produk MinyaKita dari PT JASM telah beredar luas di Kalimantan Timur sejak Juli hingga Agustus 2025, dengan jumlah mencapai 852 karton atau 10.224 kemasan ukuran 1 liter. Seluruh produk tersebut diketahui telah habis terjual di pasaran.

Ironisnya, pelanggaran ini bukan kali pertama. Sebelumnya, PT JASM telah menerima teguran tertulis dari Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kementerian Perdagangan RI pada Maret 2025 atas kasus serupa yang ditemukan di Kediri.

“Perusahaan sudah membuat pernyataan akan memperbaiki, namun faktanya masih ditemukan pelanggaran,” ungkapnya.

Dalam pengungkapan kasus ini, polisi turut mengamankan berbagai barang bukti, mulai dari 70 bungkus minyak goreng MinyaKita, lima sampel hasil uji, satu set mesin pengemasan, alat timbangan, hingga dokumen pengujian dan perizinan perusahaan.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 62 ayat (1) juncto Pasal 8 ayat (1) huruf b dan c Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara atau denda hingga Rp2 miliar.

Polda Kaltim pun mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada saat membeli kebutuhan pokok.

“Kami mengimbau masyarakat agar lebih teliti dalam membeli produk kebutuhan pokok dan segera melaporkan jika menemukan indikasi kecurangan serupa,” pungkasnya.

Penulis: Rudiantoro

Editor  : Annanda

Berita Terkait

Istri Perwira Polri Jadi Sorotan Jelang Demo 21 April, Polda Kaltim Buka Suara
Rencana Demonstrasi di Kaltim Menguat, DPRD Imbau Jaga Kondusivitas
Skandal Tambang Ilegal Kukar Melebar, Eks Kadistamben Jadi Tersangka Ketujuh
Anggaran Rp25 Miliar Disorot, Kemendagri Turun Tangan Periksa Renovasi Rujab Gubernur Kaltim
Setahun Berjalan Tanpa Izin Operasional, Tambang Batu-Batu Masuk Radar Polres Bontang
49 Ribu Warga Samarinda Terdampak, Pemprov Kaltim Bongkar Ketimpangan JKN
Modus Tangki Siluman Terungkap, Polda Kaltim Ringkus Pelaku Penimbun BBM Subsidi
Bangkitkan Wisata yang Sempat Redup, Danau Tapal Kuda Gelar Lomba Mancing Meriah

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 06:35 WIB

Istri Perwira Polri Jadi Sorotan Jelang Demo 21 April, Polda Kaltim Buka Suara

Jumat, 17 April 2026 - 05:45 WIB

Terbongkar! MinyaKita Tak Sesuai Takaran di Balikpapan, Direktur Operasional Jadi Tersangka

Jumat, 17 April 2026 - 04:28 WIB

Rencana Demonstrasi di Kaltim Menguat, DPRD Imbau Jaga Kondusivitas

Jumat, 17 April 2026 - 03:36 WIB

Skandal Tambang Ilegal Kukar Melebar, Eks Kadistamben Jadi Tersangka Ketujuh

Jumat, 17 April 2026 - 01:43 WIB

Anggaran Rp25 Miliar Disorot, Kemendagri Turun Tangan Periksa Renovasi Rujab Gubernur Kaltim

Berita Terbaru

Keterangan: Bantuan logistik terus berdatangan ke posko aksi menjelang demonstrasi 21 April 2026. (Kawalkaltim.com/Masruji B)

Kawal Kaltim

Rencana Demonstrasi di Kaltim Menguat, DPRD Imbau Jaga Kondusivitas

Jumat, 17 Apr 2026 - 04:28 WIB